iklan

EKONOMI, LAUTÉM

Cipriano Felix Unipessoal jamin produksi minyak kelapa dalam negeri

Cipriano Felix Unipessoal jamin produksi minyak kelapa dalam negeri

Minyak kelapa Souro Coconut Oil (SCO). Foto Spesial

DILI, 06 april 2022 (TATOLI) – Perusahaan Cipriano Felix Unipessoal, Lda berniat menambah jumlah produksi minyak kelapa Souro Coconut Oil (SCO) demi memenuhi permintaan minyak kelapa dalam negeri.

“Perusahaan ada untuk meningkatkan produksi minyak kelapa, tetapi takut memproduksi secara berlebihan. Pasokan yang tinggi dan permintaan yang rendah bisa  merugikan kinerja perusahaan, sehingga sulit untuk membayar gaji karyawannya”, jelas Perusahaan Cipriano Felix Unipessoal, Arcenio da Costa Pinto, kepada Tatoli.

Ia menambahkan bahwa 30 hingga 40 metrik ton minyak didasarkan pada kebutuhan pembeli karena tingginya permintaan dan penawaran berkontribusi pada penurunan harga produk.

Arcenio menggarisbawahi pentingnya pemerintah mempromosikan minyak kelapa, melalui Program ‘Cesta Basíca’, untuk mendukung produsen di sektor primer, selain meningkatkan pendapatan perusahaan.

Saat ini Perusahaan Cipriano Felix Unipessoal, Lda memproduksi minyak kelapa dengan nama Souro Coconut Oil (SCO) dimana setiap botol dibandrol dengan harga $5.00 untuk minyak kelapa berisi 150 mili-liter.

Cipriano Felix Unipessoal memproduksi lebih dari 100 metrik ton minyak murni per tahun di Lautém. Minyak Kelapa Souro adalah merek produk dari Cipriano Felix Unipessoal, Lda. Produk ini sudah beredar di pasar nasional dan juga diekspor ke luar negeri.

Sebelumnya Arsénio da Costa Pinto, Direktur Cipriano Felix Unipessoal, Lda, mengatakan kepada Tatoli pada 12 Januari tahun ini bahwa perusahaan membeli bahan baku kelapa dari penduduk Lautém.

“Kami menjangkau seluruh wilayah Kota Lautém sehingga kami dapat membeli produk dari petani. Setiap kelapa dihargai $0,10 sen.”

Perusahaan ini mempekerjakan 60 orang dari berbagai kotamadya, 39 perempuan dan 21 laki-laki. Setiap karyawan mendapatkan gaji  minimum $150.

Perusahaan mendistribusikan sekitar 700 hingga 800 botol minyak melalui toko Leader dan Toko Agrikultur dan semuanya tergantung pesanan. Minyak ini dapat digunakan untuk mengoreng bahan makanan.

Bagi Arsénio, tantangan terbesar adalah meningkatkan distribusi. Karena, perusahaan memiliki penyimpanan lebih dari 30 ton. Perusahaan telah bekerja sama dengan Lospalos Coconut Oil setelah dua kali mengekspor produknya ke Australia.

“Ke depan, kami akan mengekspor produk ke Singapura dan Amerika Serikat. Saat ini kami sedang  mengurusi dokumen ekspor,” katanya.

Perusahaan memperoleh kredit lunak dari program Kementerian Pariwisata, Perdagangan dan Industri dan Bank Nasional Perdagangan Timor-Leste sebesar $25.000 untuk memperkuat produksi minyak kelapa murni.

Perusahaan ini juga mengembangkan kawasan wisata masyarakat di Souro-Lautem dan berinvestasi di bidang pertanian serta membuat toko rakyat.

Reporter: Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!