iklan

EKONOMI, POLITIK, INTERNASIONAL, SOSIAL INKLUSIF

2022, ASEAN akan selesaikan ‘Fact-Finding Mission’ di Timor-Leste

2022, ASEAN akan selesaikan ‘Fact-Finding Mission’ di Timor-Leste

Foto google

DILI, 04 april 2022 (TATOLI)– Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) pada 2022 ini akan mengakhiri ‘Fact-Finding Mission’ (Misi pencarian fakta) di Timor-Leste (TL). Kegiatan tersebut dilakukan guna memberikan informasi yang akurat mengenai perkembangan TL pada sejumlah sektor sebelum bergabung dengan negara ASEAN.

Direktur Umum ASEAN di Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama (MNEK), Milena Rangel mengatakan, progres misi Pencarian Fakta  akan diselesaikan tahun ini. Karena,  pada 2022 ini akan menjadi kunjungan terakhir kelompok ASEAN di TL.

Ia menjelaskan, ASEAN tidak secara resmi mengumumkan jadwal tetap untuk mengunjungi TL, namun, Misi pencarian fakta akan dilakukan dengan tujuan  melihat kondisi riil beberapa aspek prinsip di TL terdiri dari Sosial Budaya, Keamanan, Ekonomi, Perdagangan, Infrastruktur, dan lainnya.

Berita terkait : Persiapan TL masuk ASEAN dibahas tahun depan di Kamboja

Dikatakan, selain itu juga diperlukan studi lebih lanjut tentang kerangka hukum TL untuk penyesuaian dengan hukum regional. TL memerlukan reformasi kerangka hukum dan harus disesuaikan dengan kerangka hukum regional dan internasional.

“Tim ASEAN akan memastikan dan mengidentifikasi kemajuan kemampuan negara pada pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, stabilitas keamanan, dan lainnya. Ini akan memastikan negara TL dapat terhubung dengan negara internasional dan bahkan mempromosikan produk lokal ke perdagangan internasional,” ungkap Milena Rangel pada Tatoli di Suai Room, Timor-Plaza, senin ini.

Diungkapkan, TL akan mendapatkan dampak positif   bergabung dengan anggota ASEAN. Ini adalah kesempatan untuk bergabung dengan pasar regional dan internasional. TL telah menghadapi negara-negara berkembang dan kompetitif dalam perdagangan dan pembangunan ekonomi.

Berita terkait : ASEAN ijinkan TL berpartisipasi dalam kegiatan Socio-Cultural Community

Milena Rangel menegaskan bahwa TL dapat berbagi nilai sosial dan budaya dengan negara-negara anggota ASEAN lainnya. Ada beberapa negara yang memiliki kesamaan dalam aspek sosial dan budaya.

“Sumber daya manusia dan produk alam yang paling penting untuk menarik negara anggota ASEAN untuk memungkinkan Timor-Leste bergabung dengan ASEAN,” katanya.

Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN – Association of Southeast Asian Nations) merupakan sebuah organisasi geopolitik dan ekonomi dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara, yang didirikan di Bangkok, 8 Agustus 1967 berdasarkan Deklarasi Perbara oleh Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.

Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pengembangan kebudayaan negara-negara anggotanya, memajukan perdamaian dan kestabilan di tingkat regional, serta meningkatkan kesempatan untuk membahas perbedaan di antara anggotanya dengan cara yang damai.

Sekarang, ASEAN beranggotakan semua negara di Asia Tenggara seperti Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, Brunei Darussalam bergabung pada 7 Januari 1984, Vietnam (28 Juli 1995), Laos dan Myanmar (23 Juli 1997), dand Kamboja bergabung pada 30 April 1999.

Reporter: Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!