iklan

BAUCAU, BOBONARO, COVALIMA, DILI, INTERNASIONAL, KESEHATAN, LAUTÉM, PENDIDIKAN, VIQUEQUE

Kedubes Jepang sediakan $461.226 dukung berbagai proyek di enam kotamadya  

Kedubes Jepang sediakan $461.226 dukung berbagai proyek di enam kotamadya   

Foto google

DILI, 27 maret 2022 (TATOLI)– Kedutaan Besar Jepang di Timor-Leste, melalui Grant Assistance for Grassroots Human Security Projects (GGP), mengumumkan pendanaan baru sebesar $461.226 untuk mendukung berbagai proyek di enam kotamadya yaitu, Baucau, Bobonaro, Covalima, Dili, Lautém dan Viqueque.

Kontrak ditandatangani antara Duta Besar Jepang untuk Timor-Leste, Masami Kinefuchi, dan perwakilan dari berbagai Organisasi Non-Pemerintah seperti, MAHON, FUNDAMOR, HADEZTA, Forum Tau Matan (FTM) dan Sekretariat Negara urusan Perlindungan Sipil (SEPS) yang akan  bertanggung jawab atas pelaksanaan masing-masing proyek.

Berita terkait : Tingkatkan produksi kopi, Jepang dukung $3 juta pada MAP

Duta Besar Jepang, Masami Kinefuchi, mengingatkan Jepang tetap berkomitmen untuk mendukung pembangunan Timor-Leste, setelah 20 tahun kerja sama kedua negara telah terjaling.

“Menengok ke belakang, tidak lama setelah referendum 1999, Jepang mengadakan konferensi donor internasional pertama di Tokyo, mengambil inisiatif untuk meminta bantuan internasional  membantu Timor-Leste”, sebut Masami Kinefuchi dalam surat siaran pers yang diakes Tatoli, minggu ini.

Diplomat tersebut juga menyatakan bahwa sejak saat itu, pemerintah Jepang telah mendukung pembangunan negara ini di bidang pembangunan infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan pelayanan sosial.

Berita terkait : Selama pandemi Covid-19 di Timor-Leste, Jepang bantu $20 juta

“Kami sudah mendukung beberapa proyek skala besar yang pembiayaannya mencapai sepuluh juta dolar. Tapi kami juga percaya akan pentingnya proyek skala kecil yang bisa langsung bermanfaat bagi masyarakat, terutama di daerah terpencil”, tegasnya.

LSM MAHON, yang menerima dana sebesar $92.000, akan bertanggung jawab atas pembangunan gedung sekolah dengan empat ruang kelas, di Escola Básica Filial (EBF) Anapal, di Molop, Bobonaro. 126 siswa dan tujuh guru akan mendapat manfaat dari gedung ini.

Sementara itu, dana senilai $90.000, digunakan  oleh FUNDAMOR dalam melaksanakan sebuah gedung sekolah dengan tiga ruang kelas dan lima kamar mandi di Escola Básica Central (EBC) Leuseri, di Serelau, Lautém. Pembangunan ini bertujuan untuk memperbaiki kondisi 257 siswa dan 24 guru.

Proyek lain yang didanai Pemerintah Jepang adalah pembangunan klinik umum di Balibar, Cristo Rei, Dili. LSM HADEZTA, dengan $92.000, akan meningkatkan akses ke layanan medis untuk 1.673 penduduk. Klinik baru ini akan dilengkapi dengan ruang konsultasi umum, ruang bersalin, ruang gawat darurat dan fasilitas sanitasi.

Di Uaimori, Viqueque, melalui Forum Tau Matan (FTM), dengan dana $92.556 akan dibangun klinik kesehatan yang akan memberi manfaat bagi 2.275 penduduk. Pembangunan klinik umum dengan ruang konsultasi umum, ruang konsultasi bersalin dan tiga toilet, antara lain.

Proyek Penggunaan Kembali Mobil Pemadam Kebakaran Bekas di Kota Covalima dan Baucau oleh Sekretaris Negara urusan Perlindungan Sipil.

Pemerintah Jepang dengan dana $92.519 juga akan menawarkan tiga mobil pemadam kebakaran, satu ke Baucau dan dua ke Covalima, dan akan memastikan pemeliharaannya. Inisiatif ini akan memperkuat kapasitas layanan darurat dan memungkinkan respons cepat terhadap setiap insiden.

Perlu diingat bahwa saat ini, Eksekutif Jepang telah menyelesaikan sekitar 200 proyek di seluruh negeri, 127 di antaranya berasal dari GGP.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!