iklan

EKONOMI, INTERNASIONAL

Timor-Leste tidak termasuk negara VOA di Bali, KBRI akui  masih bersifat uji coba

Timor-Leste tidak termasuk negara VOA di Bali, KBRI akui  masih bersifat uji coba

Atase Imigrasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Timor-Leste, Eben Rifqy Taufan. Foto Tatoli/Cidalia Fatima

DILI, 07 maret 2022 (TATOLI)—Hari ini Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) menerbitkan aturan pembukaan layanan Visa Kunjungan Saat Kedatangan (VOA-Visa on Arrival) khusus para wisata (turis) dari 23 negara.

Aturan ini mulai berlaku senin, 7 maret 2022 dan hanya diterapkan bagi wisatawan asing yang akan berkunjung ke Bali, Indonesia. Ke-23 negara yang warganya dapat memasuki Bali menggunakan VOA khusus wisata adalah, Australia, Amerika Serikat, Belanda, Brunei Darussalam, Filipina, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kamboja dan Kanada.

Foto Spesial

Selanjutnya, Korea Selatan, Laos, Malaysia, Myanmar, Perancis, Qatar, Selandia Baru, Singapura, Thailand, Turki, Uni Emirat Arab, dan Vietnam.

Hal ini sangat disayangkan mengingat Timor-Leste menjadi salah satu negara yang paling banyak mengunjungi Indonesia khususnya Bali tidak termasuk dalam daftar yang dirilis hari ini.

Menjawab hal tersebut, Atase Imigrasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Timor-Leste, Eben Rifqy Taufan menjelaskan keputusan ini adalah hasil dari rapat koordinasi yang diadakan oleh Kantor Pusat Imigran di Indonesia. Dimana rapat tersebut diprakarsai oleh Gubernur Bali, Wayan Koster dan dihadiri kementerian terkait yang berhubungan dengan Investasi, Wisata, Luar Negeri, Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Ia menjelaskan penerapan kebijakan tanpa karantina dan layanan VOA bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) ini bersifat uji coba sementara dimana nantinya akan dilakukan evaluasi lebih lanjut.

“Sudah mulai diberlakukan kunjungan, ini sifatnya masih uji coba sementara. Kunjungan itu hanya untuk kunjungan wisata di Bali tidak boleh dipergunakan untuk kegiatan yang lain. Ini benar-benar kunjungan wisata. Kenapa TL tidak masuk, sebenarnya bukan apa-apa. Seperti tadi saya sampaikan ini hanya uji coba yang sifatnya sementara.  Kemudian akan dievaluasi dan diharapkan tidak hanya untuk kunjungan wisata tetapi juga untuk kunjungan bisnis,” jelas Atase Imigrasi KBRI Dili pada Tatoli secara esklusif, senin ini.

Eben Rifqy Taufan menyampaikan bahwa pihak KBRI di TL akan mencoba mendorong dan mengusulkan supaya TL bisa masuk dalam daftar negara yang menerima VOA dan lebih memudahkan TL ke Indonesia kedepannya.

Sementara itu, menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia yang diakses Tatoli, menyebutkan jumlah kunjungan Wisatawan di Indonesia terbanyak berasal dari TL dimana pada tahun 2019 mencapai 1,178,381 dan pada tahun 2020 mencapai 994,590.

Dilain pihak, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia juga melaporkan berdasarkan kebangsaan, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) bulan desember 2021 di seluruh pintu masuk tercatat jumlah kunjungan tertinggi, yaitu TL sebanyak  84.975. Sementara,  urutan selanjutnya Malaysia, Papua Nugini, Tiongkok dan Rusia.

“Kami pun sebagai WNI yang tinggal disini, berharap supaya TL juga mudah melakukan perjalanan ke Indonesia. Kita tahu dalam statistik TL termasuk negara yang sangat tinggi, mungkin menempati urutan nomor satu atau dua dalam kunjungan ke Indonesia. Kedepan mudah-mudahan  setelah  kita  evaluasi TL bisa masuk VOA,” katanya.

Meskipun begitu, Eben Rifqy Taufan memastikan bahwa untuk para pelajar masih bisa masuk ke Indonesia menggunakan Visa Eletronik yang sudah diurus oleh pihak Univesitas atau Sekolah bersangkutan.

“Ini bukan berarti TL tidak masuk Indonesia. TL tetap bisa  masuk tetapi  harus mempunyai  visa eletronik. Kita tahu, banyak anak-anak sekolah atau mahasiswa TL yang sekolah di Indonesia mereka masuk Indonesia mengunakan visa elektronik  yang diurus oleh pihak sekolahnya. Jadi, mereka bisa masuk Indonesia. Selain itu mereka yang memiliki kebutuhan khusus masih bisa masuk seperti melakukan pengobatan,” katanya.

Saat ini, proses keluar dan masuk untuk Indonesia masih bisa melalui di Perbatasan Motain Batugade. Dimana untuk pihak Indonesia dibuka setiap hari dan Timor-Leste setiap Senin dan Rabu. Tetapi harus tetapi mengikuti protokol kesehatan dan harus dikarantina tiga hari.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor   : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!