DILI, 31 Desember 2021 (TATOLI) – Presiden Republik, Francisco Guterres Lú Olo menginginkan agar negara Timor-Leste (TL) mengurangi ketergantungan pada impor barang dari luar negeri dan menyerukan perbesar porsi investasi di bidang pertanian.
“TL harus menciptakan kondisi yang baik untuk mengurangi ketergantungannya pada impor barang. Karena itu, kita harus mengutamakan sektor pertanian,” kata Presiden Lú Olo, pada perayaan Hari Pahlawan Nasional, di Bundaran Nicolau Lobato, Comoro, Dili.
Sebelumnya, Menteri Pertanian dan Perikanan (MAP), Pedro dos Reis mengatakan sebagai bagian dari dialog nasional, bahwa Pemerintah bermaksud untuk mengurangi impor ke dalam negeri.
Menurut dia, perlu dilakukan pengurangan impor melalui “kemitraan dengan beberapa entitas”.
Dilain pihak, Koordinador Institusi Bantuan untuk Masyarakat Sipil, Filipe da Costa, juga memperingatkan tidak adanya sistem pangan swasembada di negara ini.
“Kita masih terkendala dengan sumber daya alam dan keuangan untuk berinvestasi di bidang pertanian, sistem distribusi dan di atas segalanya, kurangnya daya beli”, tegasnya.
Filipe da Costa mengenang sekitar satu juta ton produk pangan impor, yakni 37%, terbuang sia-sia di TL. Karena itu, perlu dilakukan konservasi produk pangan bagi negara untuk menghilangkan kerawanan pangan.
“Menurut data, 36% dari populasi hidup dengan kerawanan pangan yang parah dan 25% dengan makanan yang aman, mayoritas di Dili. Menurut indikator Rencana Konsolidasi Gizi dan Ketahanan Pangan, 24% penduduk menderita gizi buruk, 36% rawan pangan, dan 48% anak menderita stunting (kekurangan gizi kronis),” katanya.
Reporter : Domingos Piedade Freitas
Editor : Maria Auxiliadora (penerjemah : Armandina Moniz)




