iklan

DILI, METRO, POLITIK, SOSIAL INKLUSIF

Antipasi penduduk bertambah, pusat Kota Dili perlu ditata  

Antipasi penduduk bertambah, pusat Kota Dili perlu ditata  

Menteri Perencanaan dan Wilayah, Jose Maria dos Reis. Foto TATOLI/Egas Cristóvão

DILI, 21 desember 2021 (TATOLI)—Wakil Perdana Menteri dan Menteri Perencanaan dan Wilayah ((MPO-Ministerio Plano no Ordenamento), Jose Reis mengatakan Dili sebagai ibu kota negara perlu ditata karena tahun 2030 diperkirakan penduduk akan bertambah  menjadi 400.000 sampai 500.000.

“Tentunya dengan semakin padatnya penduduk akan berdampak pada masalah sosial, budaya dan ekonomi. Karena itu, perlu adanya perencanaan untuk penataan kota Dili secara baik,” kata Jose Reis dalam seminar tentang studi diagnosa studi di pusat kota Dili yang berlangsung di Gedung Mahoka, Surik Mas, Dili, selasa ini.

Dikatakan, untuk mengantisipasi bertambahnya penduduk dan bertambahnya masalah sosial, maka kota Dili harus ditata dengan baik untuk menjamin kehidupan yang lebih baik.

Menteri Jose Reis mengatakan berbagai permasalahan yang dihadapi di kota Dili, seperti kekurangan air bersih dan lingkungan yang tidak memadai menyebabkan bertambahnya angka kemiskinan.

Dikatakan, untuk mengatasi permasalahan tersebut dan memberi jaminan kehidupan yang lebih baik, maka kementerian yang dipimpinnya sudah memiliki program Master Plan.

“Dalam waktu dekat akan dilakukan penandatanganan kontrak dengan pemenang dalam proses tenderisasi untuk perencanaan kota Dili secara integritas,” kata Jose Reis.

Berkaitan dengan perencanaan tata kota Dili, pihaknya menggelar seminar dengan tujuan untuk membagikan informasi sekaligus untuk mendapatkan masukan-masukan atau pendapat tentang penataan kota Dili. Karena dalam hukum 45/2020 Pemerintahan Konstitusional kedelapan tentang perencanaan tata kota di dalam negeri dalam skala tiga intervensi yaitu nasional, kotamadya dan urban.

Berdasarkan sejarah, kata Jose Reis, tahun 1970, kota Dili adalah kota yang bersih, indah  dan memiliki hamparan pasir putih di pantai yang cukup indah.

“Kota Dili di masa kolonialisme menunjukan potensi yang tinggi  dengan kondisi yang baik khususnya di jalur pantai sangat indah dan beberapa peninggalan kolonial Portugis yang cukup menakjubkan,” tuturnya.

Ia menambahkan, sejak masa kolonialisme penataan kota Dili ada banyak perubahan pada konstruksi bangunan dari masa pendudukan Indonesia hingga kemerdekaan.

“Pada tahun 1970 ke bawah jumlah penduduk  kota Dili sekitar 18.000 orang dan meningkat menjadi 80.000 pada masa pendudukan Indonesia. Setelah merdeka,   penduduk bertambah menjadi 200.000. Tahun 2030 diperkirakan penduduk akan bertambah menjadi 400.000 sampai 500.000,” tuturnya.

Reporter : Mirandolina Barros Soares

Editor      : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!