iklan

EKONOMI, POLITIK, INTERNASIONAL, DILI

UE dan SEFOPE bahas pengembangan pusat pelatihan di daerah terpencil  

UE dan SEFOPE bahas pengembangan pusat pelatihan di daerah terpencil   

Sekretaris Negara urusan Pelatihan Profesional dan Ketenagakerjaan (SEFOPE), Alarico do Rosario melakukan pertemuan dengan Duta Besar Uni Eropa untuk Timor-Leste, Andrew Jacobs di aula SEFOPE, Kaikoli, Dili, selasa (28/09). Imajen Tatoli/Francisco Sony

DILI, 28 september 2021 (TATOLI)– Uni Eropa (UE) dan Sekretariat Negara urusan Pelatihan Profesional dan Ketenagakerjaan (SEFOPE) membahas kerjasama dan pemgembangan dalam bidang pelatihan di daerah terpencil.

Duta Besar (Dubes) UE untuk Timor-Leste (TL), Andrew Jacobs mengatakan pihaknya bersama dengan SEFOPE akan mengidentifikasi proyek pengembangan di sektor pertanian yang akan membantu pemulihan ekonomi di TL.

Berita terkait :  Uni Eropa Danai Mercy Corps 2,1 juta Euro untuk program IRU Maloa

“Kami membicarakan program di masa depan dalam rangka pemulihan ekonomi dan pengembangan. Kami bersama mengidentifikasi kerjasama dalam mengembangkan sektor pelatihan terlebih lagi di daerah terpencil,” ungkap Andrew di kantor SEFOPE, Kaikoli, Dili,  selasa ini.

Andrew melihat bahwa untuk mengembangkan sektor pertanian dibutuhkan pelatihan yang cukup bagi para petani muda agar menghasilkan sebuah sistem pertanian yang modern.

Berita terkait :  Uni Eropa terus dukung TL reformasi PFM

Salah satu program yang saat ini didanai  UE adalah program ‘Ai ba Futuru’ yang dinilai telah memberi motivasi pada para petani untuk menanam pohon dan  buah-buahan membantu ekonomi keluarga sekaligus menjamin lingkungan yang baik.

“Kami masih dalam proses untuk identifikasi proyek. Saya belum tau berapa dana yang akan dialokasikan. Namun kerjasama ini akan berfokus pada pekerjaan profesional, UE bekerja dengan proyek ‘Ai ba Futuru’ untuk membantu para petani menanam berbagai pohon dan sekarang siap membantu pengembangan pusat pelatihan di daerah terpencil,” tuturnya.

Ia menjelaskan sampai saat ini UE belum memperkirakan dana bantuan untuk program garapan di sektor pertanian tersebut karena masih dalam proses pembahasan antara UE dan SEFOPE.

Sementara itu, Sekretaris Negara urusan Pelatihan Profesional dan Ketenagakerjaan, Alarico do Rosario menegaskan rencana program yang dibahas antara pihaknya dengan UE akan memberi dampak kepada para petani. Selain memberi pelatihan, ini juga akan membantu petani melihat peluang bisnis di sektor pertanian.

“Dari UE ingin bekerja sama dengan SEFOPE dalam bidang   pelatihan untuk pertanian di daerah terpencil  agar setiap petani bisa membuka usahanya sendiri. Kami juga sangat bangga membantu para kaum muda dalam berpartisipasi dalam pengembangan sektor pertanian,” kata Alarico.

Dia juga menjelaskan pelatihan ini nantinya akan ditujukan pada pusat pelatihan yang sudah didirikan di kotamadya termasuk daerah terpencil dan akan berfokus pada sektor pertanian.

Menurut data  SEFOPE, sampai saat ini pusat pelatihan di TL berjumlah 229,  terdiri  dari 25 pusat pelatihan terakreditasi, 95 masih dalam proses registrasi dan 109 lainnya adalah pusat pelatihan masyarakat.

Reporter : Cidalia Fàtima

Editor      : Armandina Moniz

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!