DILI, 09 juli 202 (TATOLI)— Untuk mensukseskan program Arafura and Timor Seas Ecosystem Action (ATSEA2) Kementerian Pertanian dan Perikanan (bahasa tetum : Ministériu Agrikultura no Peska-MAP) mendapatkan dana dari Global Environment facilty (GEF) senilai $4 juta.
“Program ini berkaitan dengan laut arafura dan Timor Seas. Program tahap pertama dilakukan mulai dari tahun 2011-2015 di utara Timor-Leste (TL). Dari utara dilanjutkan ke selatan sejak tahun 2019,” jelas Direktor Umum Perikanan MAP, Acasio Guterres kepada wartawan, seusai rapat bahas program ATSEA2 di Aula MAP Comoro, Dili, jumat ini.
Dia menyebutkan, program tersebut melibatkan pemerintah Indonesia, TL, Papua Nugini yang didukung pemerintah Australia.
Menurutnya, program tersebut bertujuan untuk melestarikan keanekaragaman hayati laut arafura dan laut timor untuk kesehatan laut secara kesulurahan dan masyarakat yang mata pencahariannya pada laut agar dapat bertahan hidup. Program ATSEA 2 diluncurkan untuk memastikan sumber daya pesisir dan laut terlindungi.
Dalam rapat ini, katanya, hadir perwakilan dari lima Kotadmaya yang terlibat dalam program ini.
Dia menambahkan, di TL ada lima Pos administrasi yang menjadi target untuk pelaksanaan program ATSEA 2, bagian selatan seperti Manatuto, Viqueque , Lautem, Covalima dan Manufahi.
Berbicara soal dana, dia menjelaskan, sebagian dana dialokasikan ke wilayah lain. Pengeluaran dana paling besar untuk manjemen kawasan lindung Nino Santana, dan menjaga keamanaan laut di bagian selatan dan utara.
Dalam rapat di hadiri oleh Kepala umum Perikanan, perwakilan dari UNDP, Perwakilan dari Kotamadya yang terlibat, dan Tim Perikanan, dan lain- lain.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




