iklan

HEADLINE, SOSIAL INKLUSIF

Taman Nasional Nino Konis Santana diakui UNESCO sebagai Cagar Biosfer  

Taman Nasional Nino Konis Santana diakui UNESCO sebagai Cagar Biosfer   

Taman Nasional Nino Konis Santana secara resmi disetujui sebagai Cagar Biosfer (Biosphere Reserve) oleh UNESCO. Keputusan tersebut diumumkan dalam Sidang ke-38 Dewan Koordinasi Internasional Program Manusia dan Biosfer (Man and the Biosphere Programme/MAB) UNESCO yang berlangsung pada 03 – 06 Juni di Cagar Biosfer Itaipu, Hernandarias, Paraguay. Foto Komisi Nasional Timor-Leste untuk UNESCO

DILI, 06 Juni 2026 (TATOLI) – Taman Nasional Nino Konis Santana secara resmi disetujui sebagai Cagar Biosfer (Biosphere Reserve) oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO).

Dengan pengakuan ini, kawasan tersebut bergabung dalam Jaringan Dunia Cagar Biosfer (World Network of Biosphere Reserves), sebuah inisiatif internasional yang bertujuan menyeimbangkan konservasi keanekaragaman hayati, penelitian ilmiah, dan pembangunan berkelanjutan bagi masyarakat lokal. Pengakuan ini juga menjadikan Taman Nasional Nino Konis Santana sebagai Cagar Biosfer pertama di Timor-Leste.

Keputusan tersebut diumumkan dalam Sidang ke-38 Dewan Koordinasi Internasional Program Manusia dan Biosfer (Man and the Biosphere Programme/MAB) UNESCO yang berlangsung pada 03 – 06 Juni di Cagar Biosfer Itaipu, Hernandarias, Paraguay.

Berita terkait : MAP ajukan Taman Nasional Nino Konis Santana ke UNESCO untuk diakui sebagai warisan dunia

Menurut siaran pers Komisi Nasional Timor-Leste untuk UNESCO, persetujuan tersebut merupakan pengakuan atas upaya negara dalam melindungi sumber daya alam serta mengelola ekosistem secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat komitmen nasional terhadap pelestarian lingkungan.

Taman Nasional Nino Konis Santana secara resmi disetujui sebagai Cagar Biosfer (Biosphere Reserve) oleh UNESCO. Foto Komisi Nasional Timor-Leste untuk UNESCO

Terletak di Kotamadya Lautém, Taman Nasional Nino Konis Santana mencakup ekosistem daratan dan laut yang memiliki nilai ekologis tinggi. Kawasan ini dikenal karena keanekaragaman hayatinya yang luar biasa serta perannya yang penting dalam konservasi sumber daya alam.

Perwakilan Timor-Leste menyatakan bahwa pengakuan UNESCO ini bukan hanya kemenangan bagi upaya konservasi lingkungan, tetapi juga membuka peluang untuk memperkuat kerja sama internasional, mendorong penelitian ilmiah, serta meningkatkan pembangunan berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

Penetapan sebagai Cagar Biosfer Dunia menandai babak baru dalam sejarah konservasi alam di Timor-Leste dan mempertegas komitmen negara dalam melindungi warisan lingkungan serta mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan.

Berita terkait : MAPPF dan UNESCO gelar pertemuan nasional bahas Cagar Biosfer Nino Konis Santana

Delegasi Timor-Leste yang menghadiri sidang tersebut dipimpin oleh Sekretaris Negara Kehutanan, Fernandino Vieira, bersama Sekretaris Eksekutif Komisi Nasional Timor-Leste untuk UNESCO, Luís Nívio.

Perlu diketahui bahwa pada Maret tahun lalu, Direktorat Nasional Konservasi Hutan mengidentifikasi kekayaan keanekaragaman hayati yang luar biasa di taman nasional tersebut, termasuk 262 spesies burung, di mana 19 spesies terancam punah, 2.500 spesies tumbuhan dengan 26 spesies endemik, serta 400 jenis terumbu karang, 1.232 spesies ikan, berbagai jenis reptil, dan kelelawar.

Reporter : Afonso do Rosário (Penerjemah: Cidalia Fátima)

Editor   :  Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!