DILI, 12 September 2025 (TATOLI)—Otoritas Perminyakan Nasional (ANP) Timor-Leste mengumumkan penandatanganan Akta Pengalihan dan Pengambilalihan Partisipasi Negara dalam Operasi Perminyakan berdasarkan Kontrak Bagi Hasil (PSC) TL-OT-22-22.
Kesepakatan ini menegaskan partisipasi saham Timor GAP sebesar 10% dalam kontrak yang sebelumnya dikenal sebagai Blok F, yang terletak di Kotamadya Viqueque, di wilayah pesisir Timor-Leste.
Penandatanganan akta tersebut antara Perwakilan Timor GAP, Norberta da Costa, Ketua ANP, Gualdino da Silva, dan Perwakilan HTS/ Direktur Operasional di O&G Service Company, Selim Beshleyev, secara virtual, yang berlangsung pada Jumat ini, di Gedung ANP City8 Manleuana, Dili.
Acara tersebut disaksikan oleh CEO HTS, Aizhan Ismailova, Wakil Ketua Pengembangan Greater Sunrise di Timor GAP, Domingos Lequi Siga Maria, serta Perwakilan dari ANP, Carlos Alves.
Berdasarkan akta ini, sesuai hak partisipasi negara yang diatur dalam Hukum Perminyakan Timor-Leste, Timor GAP diberikan hak partisipasi 10% dalam PSC TL-OT-22-22, sementara HTS tetap memegang 90% dan bertindak sebagai operator.
Berita terkait : MRT dan Estrella Resources sepakat eksplorasi tiga blok mineral di Lautém
Ketua ANP, Gualdino da Silva, menyatakan bahwa penandatanganan ini merupakan momen penting dan pihaknya mengapresiasi kontribusi HTS sebagai operator.
“Ini bukan pidato, melainkan kesempatan untuk berterima kasih kepada semua pihak, terutama HTS, atas kerja sama dalam PSC TL-OT-22-22 di Viqueque. Akta ini menandai pengalihan 10% hak partisipasi kepada Timor GAP sesuai ketentuan hukum,” ujar Gualdino.
Ia menambahkan bahwa meskipun rekan-rekan HTS menandatangani secara virtual dari Kazakhstan, tanggal resmi penandatanganan berlaku bagi semua pihak, dan langkah selanjutnya adalah penyelesaian Joint Operating Agreement (JOA), yang diharapkan tidak memakan waktu 12 bulan.
Menteri Perminyakan dan Sumber Daya Mineral, Francisco Monteiro, menekankan pentingnya komitmen untuk melaksanakan program kerja sesuai jadwal.
“Eksplorasi darat, termasuk Blok F, diharapkan memberi kontribusi pada pendapatan negara dan kegiatan ekonomi, baik dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang. Kami menghargai investasi dan sumber daya yang telah ditempatkan HTS di Timor-Leste,” ujar Monteiro.
CEO HTS, Aizhan Ismailova, menyampaikan bahwa pengembangan sektor energi harus mendorong pertumbuhan berkelanjutan, memperkuat kapasitas nasional, dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat Timor-Leste.
“Kesepakatan ini adalah awal kolaborasi erat antara HTS dan Timor-Leste. Kami berkomitmen pada standar tinggi dalam keahlian teknis, keselamatan, dan pengelolaan lingkungan, serta akan terus bekerja sama dengan pemerintah dan masyarakat lokal untuk transfer pengetahuan dan pembangunan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Pengembangan Greater Sunrise di Timor GAP, Domingos Lequi Siga Maria, menegaskan bahwa partisipasi 10% ini mencerminkan prinsip pengembangan sumber daya alam milik negara melalui kemitraan yang selaras dengan kepentingan nasional dan keahlian global.
“Pengalihan partisipasi ini menunjukkan kepercayaan operator terhadap Timor GAP sebagai pengelola partisipasi negara dan memperkuat fondasi kemitraan industri di Timor-Leste. Kami akan mendukung secara teknis dan secara finansial, tidak akan ditanggung oleh Timor GAP,” ucapnya.
PSC TL-OT-22-22 sendiri ditandatangani antara ANP dan HTS pada 07 Maret 2024 dan merupakan salah satu dari 18 blok yang dilepas pemerintah Timor-Leste melalui Putaran Perizinan Kedua 2019/2022.
Blok F Viqueque menjadi wilayah yang penting dalam pengembangan sektor energi darat Timor-Leste. HTS dan Timor GAP berkomitmen melaksanakan program kerja aktif yang mencakup survei seismik dan pengeboran, dengan tujuan memaksimalkan potensi hidrokarbon di wilayah tersebut.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Julia Chatarina




