DILI, 18 februari 2022 (TATOLI) – Sekretariat Teknis Administrasi Pemilihan Umum (STAE) telah resmi mendaftarkan 859.613 pemilih yang memenuhi syarat, untuk berpartisipasi dalam pesta demokrasi Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 19 maret 2022.
Dari total pemilih tersebut, 852.500 pemilih di dalam negeri dan 7.113 pemilih dari Warga Negara Timor Leste (WNTL) yang ada di luar negeri.
852.500 pemilih nasional terdiri dari 33.603 tercatat di Aileu, 45.833 di Ainaro, 96.207 di Baucau, 70.283 di Bobonaro, 47.807 di Covalima, 190.710 di Dili, 82.714 di Ermera, 48.012 di Lautem, 50.987 di Liquiça, 35.603 di Manatuto, 40.825 di Manufahi, 51,495 di RAEOA, dan 58.421 di kotamadya Viqueque.
Di lain pihak, dari 7.113 pemilih WNTL yang tinggal di luar negeri, 1.487 tercatat di Australia, 1.277 di Korea Selatan, 2.229 di Inggris, 1.264 di Irlandia Utara, dan 856 di Portugal.
Direktur Umum STAE, Acilino Branco mengatakan, pendaftaran pemilih baik nasional maupun luar negeri berlangsung antara 1 Juni 2021 hingga 14 Januari 2022.
“Dari 1 hingga 8 Februari tahun 2022, STAE melakukan proses verifikasi kartu pemilih dari mereka yang telah meninggal dunia dan yang masih di bawah umur 17 tahun,” kata Branco saat melakukan presentasi tentang proses pemilihan di kantor STAE, Dili, kamis.
Selama presentasi, STAE secara resmi mengumumkan 1.200 pusat pemungutan suara, di mana 1.911 dipasang di wilayah nasional dan sembilan di luar negeri.
“Tiga pusat pemungutan suara telah didirikan di Australia, termasuk satu di Darwin, satu di Sydney, dan satu lagi di Melbourne. Sementara di Korea Selatan, pemilih akan dapat memberikan suara mereka di Seoul, ibu kota Korea Selatan. Portugal ada dua pusat pemungutan suara, satu di Lisboa dan satu lagi di Porto. Sementara, di Ingris ada dua pusat pemungutan suara didirikan, di London dan Oxford. Sementara itu, satu pusat pemungutan suara akan didirikan di Belfast, Irlandia Utara, ”jelasnya.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




