iklan

POLITIK, INTERNASIONAL, KEAMANAN

PBB nilai perubahan iklim tingkatkan resiko tsunami

PBB nilai perubahan iklim tingkatkan resiko tsunami

Foto google

DILI, 05 november 2021 (TATOLI)— Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres dalam Hari Kesadaran Tsunami Sedunia menilai bahwa perubahan iklim yang terus meningkat memberi resiko besar untuk terjadinya Tsunami.

Melalui portal resmi PBB yang diakses Tatoli, menyebutkan, Sekjen PBB António Guterres berpesan pada Hari Kesadaran Tsunami Sedunia, yang diperingati pada 5 november ini agar meningkatkan dukungan untuk negara miskin rentang yang penting untuk menyelamatkan nyawa dari bahaya alam.

“Kami menyerukan kepada negara-negara, badan-badan internasional, dan masyarakat sipil untuk meningkatkan pemahaman tentang ancaman dan berbagi pendekatan inovatif untuk mengurangi risiko,” ungkapya.

Ia menambahkan, semua orang dapat membangun kemajuan yang dicapai mulai dari penjangkauan yang lebih baik hingga komunitas yang terpapar tsunami di seluruh dunia hingga dimasukkannya Program Tsunami dalam Dekade Ilmu Kelautan PBB untuk Pembangunan Berkelanjutan.

“Namun, risikonya tetap besar. Naiknya permukaan air laut yang disebabkan oleh darurat iklim akan semakin memperburuk daya rusak tsunami. Kita harus membatasi pemanasan hingga 1,5°C di atas rata-rata pra-industri dan berinvestasi dalam skala besar dalam ketahanan masyarakat pesisir,” tegasnya.

Menurutnya, ilmu pengetahuan dan kerjasama internasional serta kesiapsiagaan dan tindakan dini harus menjadi inti dari upaya kita untuk menyelamatkan nyawa dari tsunami dan bahaya lainnya. Meningkatkan dukungan untuk negara-negara berkembang dan meningkatkan deteksi dan peringatan dini sangat penting.

The United Nations Office for Disaster Risk Reduction (UNDRR) juga merilis bahwa pada desember 2015, Majelis Umum PBB menetapkan 5 november sebagai Hari Kesadaran Tsunami Sedunia.

Pada tahun 2021, Hari Kesadaran Tsunami Sedunia akan mempromosikan target (f) dari “Sendai Seven Campaign” yang bertujuan untuk “Secara substansial meningkatkan kerjasama internasional dengan negara-negara berkembang melalui dukungan yang memadai dan berkelanjutan untuk melengkapi tindakan nasional mereka untuk implementasi Kerangka ini pada tahun 2030. ”

Diperkirakan pada tahun 2030, 50% dari populasi dunia akan tinggal di daerah pesisir yang terkena banjir, badai dan tsunami. Meningkatkan kerjasama internasional ke negara-negara berkembang akan membantu memastikan bahwa 100% masyarakat yang berisiko tsunami siap dan tahan terhadap tsunami pada tahun 2030.

Keputusan dan resolusi yang diadopsi pada juni 2021 pada Sesi ke-31 Komisi Oseanografi Antar Pemerintah UNESCO (UNESCO/IOC) akan semakin meningkatkan upaya global untuk memperkuat kesiapsiagaan tsunami.

Dekade Kelautan PBB (2021-2030) akan memberikan kesempatan sekali dalam satu generasi untuk meningkatkan deteksi tsunami dan sistem peringatan dini bahkan dari waktu dekat mereka terbentuk, dan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap tsunami melalui Program Siap Tsunami UNESCO/IOC.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor       : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!