iklan

HEADLINE, SOSIAL INKLUSIF

Cornelio Gama L7 : “Kami FALINTIL kehilangan saudara kami, Lú Olo”

Cornelio Gama L7 : “Kami FALINTIL kehilangan saudara kami, Lú Olo”

Veteran Cornelio Gama. Foto TATOLI

DILI, 23 Juni 2026 (TATOLI) — Veteran Cornelio Gama, yang dikenal dengan nama L7, mengatakan dirinya merasa sangat berduka atas wafatnya mantan Presiden Republik sekaligus mantan komandan FALINTIL, Francisco Guterres Lú Olo, yang meninggal dunia pada Minggu (21 Juni 2026), setelah Timor-Leste merayakan peringatan ke-24 Restorasi Kemerdekaan pada 20 Mei lalu.

“Saya merasa sedih ketika mendengar sahabat saya, Francisco Guterres Lú Olo, telah tiada. Beliau adalah rekan seperjuangan di hutan selama masa perang hingga perjuangan itu berakhir. Bagi kami, para anggota FALINTIL yang berjuang dari tahun 1975 hingga 1999, kepergian Lú Olo terasa seperti kehilangan seorang saudara,” kata Cornelio Gama L7 kepada para jurnalis di kediaman mendiang di Farol, Selasa ini.

Selain itu, ia mengatakan para veteran ingin menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada generasi muda agar dapat memimpin negara ini dengan penuh tanggung jawab.

“Keinginan kami adalah menyerahkan kepemimpinan kepada anak-anak muda agar mereka dapat memimpin negara ini dengan penuh tanggung jawab. Ketika kami pergi ke rumah sakit pun, kami sadar usia kami sudah lanjut. Visi kami adalah agar generasi muda tidak saling terpecah, tetapi saling percaya. Sebab kekuasaan negara ini telah kami serahkan kepada kalian. Tugas kami memimpin telah selesai,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan generasi muda bahwa jumlah veteran kini semakin sedikit. Karena itu, ia meminta agar semangat perjuangan para veteran tetap diwariskan melalui upaya memerangi kebodohan dan membebaskan rakyat dari kemiskinan melalui pendidikan.

Berita terkait : Mantan Presiden Lú Olo wafat, Taur Matan Ruak : Selamat jalan kawan seperjuangan

“Kami tinggal sedikit. Beberapa tahun ke depan mungkin hanya tersisa sedikit orang tua yang pernah berjuang di hutan. Tuhan mengatakan bahwa manusia berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah. Saya meminta kepada anak-anak muda agar saling mengasihi, saling percaya, serta terus belajar dan menuntut ilmu. Timor-Leste adalah negara kecil di dunia ini. Kepergian Lú Olo, seorang komandan bangsa adalah kehendak Tuhan. Waktunya memang telah tiba untuk beliau kembali,” katanya.

Mantan Presiden Republik sekaligus Ketua Umum Partai FRETILIN, Francisco Guterres Lú Olo, meninggal dunia pada Minggu (21/06) di usia 71 tahun di Rumah Sakit Prince Court, Kuala Lumpur, Malaysia, setelah menjalani perawatan intensif.

Mendiang Francisco Guterres Lú Olo lahir di Daerah Administrasi Ossu, Kotamadya Viqueque, pada 7 September 1954. Ia merupakan putra dari Félix Guterres dan Elda da Costa Guterres, serta anak ketujuh dari delapan bersaudara.

Lú Olo menikah dengan Cidália Lopes Nobre Mouzinho Guterres. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai empat orang anak, yakni Francisco Cidalino Guterres, Eldino Nobre Guterres, Felezito Samora Nobre Guterres, dan Dália Luliana Nobre Guterres.

Francisco Guterres Lú Olo merupakan seorang pejuang yang tanpa lelah mengabdikan diri bagi perjuangan kemerdekaan nasional. Sejak 1974 hingga 2000, ia mendedikasikan seluruh hidupnya bagi perjuangan di garis depan. Ia termasuk dalam kelompok bersejarah yang terdiri atas empat komandan yang bertahan tanpa henti di hutan selama 24 tahun dalam perjuangan bersenjata melawan pendudukan Indonesia.

Reporter : Felicidade Ximenes (Penerjemah: Cidalia Fátima)

Editor    :  Armandina Moniz

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!