DILI, 12 Juni 2026 (TATOLI) – Penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2026 pada semester pertama terhitung Januari hingga Juni ini mencapai 30%, dari total anggaran yang telah dialokasikan. Dilain pihak, pemerintah menargetkan tingkat penggunaan anggaran dapat mencapai 87 persen hingga akhir tahun.
Data tersebut dipaparkan Koordinator Kantor Kebijakan Dana Perminyakan, Filipe Neri Machado, dalam presentasinya pada pembahasan APBN 2027 yang berlangsung di Kementerian Keuangan, Dili, Jumat.
Berdasarkan data pemerintah yang mencakup Administrasi Pusat dan Daerah Administratif Khusus Oecusse-Ambeno (RAEOA), total APBN 2026 yang semula disetujui sebesar US$2,244 miliar meningkat menjadi US$2,314 miliar setelah revisi APBN. Namun, hingga semester pertama tahun ini, realisasi penggunaan anggaran baru mencapai sekitar 30 persen.
Meski demikian, pemerintah memperkirakan tingkat penyerapan anggaran akan meningkat secara signifikan pada paruh kedua tahun ini sehingga dapat mencapai sekitar 87 persen pada akhir 2026.
Filipe menjelaskan bahwa belanja gaji dan tunjangan aparatur negara tetap menjadi kategori dengan tingkat pelaksanaan tertinggi. Dari alokasi sebesar US$484,8 juta setelah revisi APBN, realisasi hingga Juni telah mencapai 39 persen dan diproyeksikan mencapai 98 persen pada akhir tahun.
Sementara itu, pengeluaran untuk barang dan jasa yang meningkat dari US$473,3 juta menjadi US$617,2 juta setelah revisi APBN tercatat telah terealisasi sebesar 39 persen hingga Juni dan diperkirakan mencapai 72 persen pada akhir tahun.
Untuk kategori transfer publik, yang mencakup berbagai bantuan dan transfer kepada institusi terkait, alokasinya mencapai US$774,2 juta setelah revisi anggaran. Hingga pertengahan tahun, realisasinya baru mencapai 29 persen, namun diproyeksikan meningkat hingga 96 persen pada akhir tahun.
Di sisi lain, belanja modal pembangunan masih menunjukkan tingkat pelaksanaan yang relatif rendah. Dari total anggaran sebesar US$399,8 juta, realisasi hingga Juni baru mencapai 9 persen, meskipun pemerintah memperkirakan angka tersebut dapat meningkat hingga 78 persen pada akhir tahun.
Belanja modal pembangunan mencakup berbagai proyek infrastruktur strategis seperti pembangunan dan rehabilitasi jalan, jembatan, fasilitas publik, irigasi, serta proyek-proyek pendukung pertumbuhan ekonomi lainnya.
Adapun belanja modal kecil yang mencakup pengadaan aset dan peralatan pemerintah juga masih rendah pada semester pertama dengan realisasi sekitar 3 persen, namun diperkirakan mencapai 92 persen menjelang akhir tahun.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




