DILI, 09 Juni 2026 (TATOLI) –Ketua Otoritas Kotamadya (PAM – Presidente da Autoridade Municipal) dari tiga kotamadya Timor-Leste berpartisipasi dalam The ASEAN Cities Leaders Conference 2026 atau Konferensi Pemimpin Kota ASEAN 2026 yang berlangsung di Hanoi, Vietnam, pada 08–10 Juni 2026.
Berdasarkan siaran pers resmi Pemerintah, yang diakses, disebutkan bhahwa, PAM dari tiga kotamadya Timor-Leste yang berpartisipasi dalam The ASEAN Cities Leaders Conference 2026 yaitu, Ketua Otoritas Kotamadya Dili, Francisco dos Santos, Ketua Otoritas Kotamadya Baucau, Veneranda Lemos Martins, dan Ketua Otoritas Kotamadya Manufahi, Luís Marçal da Costa Tavares.
Dimana, Konferensi tersebut mengusung tema “Driving the Future through Smart, Sustainable and Connected Cities” atau “Mendorong Masa Depan melalui Kota yang Cerdas, Berkelanjutan, dan Terhubung.”
Kehadiran ketiga pimpinan kotamadya tersebut bertepatan dengan kunjungan resmi Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, ke Vietnam dalam rangka menghadiri sejumlah agenda ASEAN di negara tersebut.
Ketua Otoritas Kotamadya Baucau, Veneranda Lemos Martins, mengatakan delegasi Timor-Leste memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengikuti berbagai kegiatan ASEAN sekaligus melaporkan hasil partisipasi mereka kepada Perdana Menteri.
“Kami mengikuti kegiatan ASEAN di Vietnam. Karena Perdana Menteri juga melakukan kunjungan ke sini dan akan menyampaikan pidato resmi dalam forum ASEAN, kami memanfaatkan kesempatan ini untuk melaporkan berbagai kegiatan yang kami lakukan selama mengikuti konferensi,” ujar Veneranda di Hotel Meliã Hanoi, Senin (08/06).

Konferensi tersebut menjadi wadah bagi para pemimpin kota di kawasan ASEAN untuk saling belajar, membangun jaringan kerja sama, serta berbagi pengalaman mengenai pembangunan perkotaan yang berkelanjutan.
Sejumlah agenda utama yang dibahas dalam konferensi meliputi pertemuan dan sesi jejaring antara para pemimpin kota ASEAN dengan pemerintah daerah Vietnam, sidang pleno pembukaan, serta diskusi tematik mengenai kota pintar (smart city), transformasi digital, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI), dan tata kelola perkotaan.
Para peserta juga mendiskusikan strategi pembangunan kota berkelanjutan dan peningkatan ketahanan terhadap perubahan iklim. Selain itu, mereka mengikuti pameran yang menampilkan berbagai hasil kerja sama antara kota-kota dan kotamadya di kawasan ASEAN.
Program konferensi turut mencakup pertukaran pengalaman antara wali kota, gubernur, dan pemimpin daerah mengenai pembangunan perkotaan, serta kegiatan budaya yang memperkenalkan seni tradisional, warisan budaya, dan kuliner khas Hanoi.
Delegasi juga dijadwalkan mengunjungi sejumlah situs warisan budaya dan destinasi penting di ibu kota Vietnam sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan antarkota dan memperluas pemahaman mengenai pengelolaan perkotaan yang berkelanjutan.
The ASEAN Cities Leaders Conference 2026 dinilai sebagai platform penting untuk memperkuat kerja sama antarkota di kawasan ASEAN sekaligus mendorong pembangunan perkotaan yang lebih cerdas, berkelanjutan, dan terhubung di masa depan.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




