iklan

EKONOMI

CCT : Ekspor Kopi Timor-Leste tembus lima negara pada 2025

CCT : Ekspor Kopi Timor-Leste tembus lima negara pada 2025

Kopi Timor-Leste. Foto dokumen Tatoli/António Gonçalves

DILI, 06 Mei 2026 (TATOLI)— Kooperasi Kopi Timor (Cooperativa Café Timor – CCT) mencatat telah mengekspor 1.600 ton kopi Timor-Leste selama tahun 2025 ke lima negara, yakni Amerika Serikat, Selandia Baru, China, Jepang dan Australia.

Perwakilan CCT, Mario Soares mengatakan, Amerika Serikat menjadi tujuan ekspor terbesar melalui kerja sama dengan pembeli internasional seperti Starbucks Coffee Company dan Royal Coffee.

“Pada 2025 kami membeli kopi kulit basah sebanyak 8.500 ton dan memprosesnya menjadi kopi kering sebanyak 1.600 ton untuk diekspor ke negara-negara mitra,” ujar Mario Soares kepada TATOLI di Dili, Rabu.

Ia menjelaskan, hingga saat ini CCT belum mulai membeli hasil panen kopi tahun ini karena buah kopi di sejumlah wilayah produksi belum matang sepenuhnya. Namun, berdasarkan pengamatan di lapangan, produksi kopi diperkirakan mengalami penurunan.

“Estimasi umum tahun ini kami hanya akan membeli sekitar 4.000 ton kopi kulit basah karena produksi menurun. Selain itu, sekarang pembeli kopi juga semakin banyak dan sebagian petani mulai mengolah serta menjual kopi mereka sendiri,” katanya.

Selain kopi, CCT juga mengembangkan komoditas pertanian lain seperti vanili, kakao, lada, dan cengkeh untuk meningkatkan diversifikasi ekspor Timor-Leste.

Mario mengatakan, pada tahun lalu CCT berhasil mengekspor sekitar 6.000 ton vanili dan 63 ton cengkeh ke pasar Amerika Serikat. Sementara untuk lada, stok saat ini mencapai sekitar 13,161 ton, tetapi belum diekspor karena jumlahnya belum memenuhi kapasitas satu kontainer.

Ia menambahkan, CCT menargetkan ekspor perdana kakao kering sebanyak 36,111 ton dan cengkeh sebanyak 14,438 ton pada tahun ini.

Menurutnya, harga jual seluruh komoditas tersebut sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar internasional yang terus mengalami fluktuasi.

Saat ini, CCT baru membeli kakao sebanyak 240 ton dari masyarakat di Daerah Administrasi Iliomar, Kotamadya Lautém, sementara pembelian dari wilayah lain masih dalam proses.

CCT memiliki tiga fasilitas pengolahan kopi kulit basah di Ermera dan Railaco, pabrik kopi kering di Bidau, serta gudang penyimpanan di Tibar.

Daerah pemasok kopi untuk CCT meliputi Ermera, Liquiçá, Aileu, Ainaro, Manufahi, Bobonaro, dan Manatuto, khususnya wilayah Soibada.

Mario menjelaskan, seluruh produk pertanian tersebut dibeli dari petani anggota yang memiliki kontrak kerja sama dengan CCT. Dalam kerja sama itu, CCT menyediakan bibit dan pupuk secara gratis kepada petani, sementara hasil panennya dijual kembali kepada koperasi.

Setiap tahun CCT memproduksi berbagai jenis bibit pertanian, termasuk 150 ribu bibit kopi, 90 ribu bibit kakao, 31 ribu bibit vanili, 7.000 bibit cengkeh, dan 1.000 bibit lada.

Secara keseluruhan, jumlah bibit yang diproduksi mencapai 284 ribu dan didistribusikan kepada sekitar 22 ribu petani mitra di Lautém, Ermera, Manufahi, Viqueque, Liquiçá, dan Maliana.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!