iklan

INTERNASIONAL, HEADLINE

Integrasi Timor – Leste ke ASEAN butuh persiapan teknis dan strategis

Integrasi Timor – Leste ke ASEAN butuh persiapan teknis dan strategis

Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama, didukung oleh JICA menyelenggarakan workshop tentang Penyelenggaraan Konferensi dan Pertemuan ASEAN yang digelar di Aula MNEC, Pantai Kelapa, Dili. Foto TATOLI/ Antonio Daciparu

DILI, 24 Februari 2026 (TATOLI) – Direktur Jenderal Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama (MNEC), Elisa da Silva, mengatakan bahwa integrasi Timor-Leste ke dalam Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) membutuhkan persiapan teknis dan strategis.

Oleh karena itu, Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA) dan Kementerian Luar Negeri, melalui Proyek JICA-ASEAN, bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri Republik Laos menyelenggarakan kegiatan yang bertujuan membekali para pejabat Timor-Leste dalam pengorganisasian dan pengelolaan acara-acara terkait ASEAN, termasuk persiapan untuk Kepresidenan Timor-Leste di organisasi tersebut pada 2029 serta pertemuan-pertemuan tingkat tinggi lainnya.

“Saat kita bergerak menuju integrasi penuh di ASEAN, sangat penting bagi kita untuk siap menyelenggarakan pertemuan secara efektif. Ini bukan hanya persyaratan teknis, tetapi juga tanggung jawab strategis nasional,” katanya kepada wartawan di Aula Kementerian MNEC, Selasa ini.

Menurutnya, menjadi tuan rumah pertemuan ASEAN membutuhkan koordinasi yang baik, kepemimpinan yang jelas, profesionalisme, serta pemahaman mendalam tentang tata kerja organisasi tersebut.

Ia mengingatkan bahwa Timor-Leste akan memegang jabatan Kepresidenan ASEAN pada 2029. Oleh karena itu, periode ini sangat penting untuk belajar dari negara-negara yang telah berpengalaman, seperti Republik Laos.

“Menjadi Presiden ASEAN bukan hanya berarti berpidato, tetapi juga menyelenggarakan lebih dari seribu pertemuan yang membahas isu-isu regional dan menghasilkan capaian konkret selama satu tahun masa kepresidenan,” jelasnya.

Di sisi lain, Duta Besar Jepang untuk Timor-Leste, YAMAMOTO Yasushi, mengatakan bahwa Jepang berkomitmen untuk mendukung proses aksesi dan memperkuat peran Timor-Leste dalam organisasi regional tersebut.

“Jepang telah mendukung Timor-Leste dalam proses aksesi ke ASEAN, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga pelatihan seperti kegiatan ini. Kami akan terus mendukung upaya negara ini untuk memenuhi tanggung jawabnya sebagai anggota,” katanya.

Selain itu, Pelatih Sengdavanh Vongsay dari Kementerian Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan Republik Laos berbagi pengalaman negaranya dalam menyelenggarakan KTT dan pertemuan ASEAN, terutama pada tahun-tahun awal setelah aksesi. Republik Laos menghadapi tantangan serupa dengan Timor-Leste, khususnya dalam hal kesiapan kelembagaan dan logistik.

“Persiapan awal kami belum mencapai tingkat ideal. Namun, kami berhasil mengatasi kesulitan melalui koordinasi antarberbagai sektor pemerintah,” katanya.

Sengdavanh Vongsay menjelaskan bahwa pelatihan tersebut berfokus pada aspek praktis, seperti pembentukan tim, manajemen pertemuan, penyeimbangan hubungan dengan negara-negara berpengaruh di antara mitra dialog, serta pengaturan logistik konferensi regional, meskipun standar dan infrastruktur belum sepenuhnya mapan.

Ia menekankan pentingnya memobilisasi sumber daya manusia secara efektif dan memastikan keamanan selama pertemuan tingkat tinggi. Menurutnya, pelajaran yang diperoleh dapat berkontribusi pada integrasi penuh dan keberhasilan Timor-Leste di ASEAN. 

Reporter : Osória Marques (Penerjemah: Cidalia Fátima)

Editor   :  Armandina Moniz

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!