DILI, 22 Januari 2026 (TATOLI) – Vatikan saat ini sedang mempertimbangkan undangan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk berpartisipasi dalam usulan “Dewan Perdamaian” yang berfokus pada rekonstruksi dan perdamaian di Gaza.
Hal ini ditegaskan oleh Sekretaris Negara Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, pada Rabu (21/01) dikutip Tatoli dari Catholic News Agency.
“Kami juga telah menerima undangan untuk Dewan Perdamaian untuk Gaza. Paus telah menerimanya dan kami sedang mempertimbangkan apa yang harus dilakukan. Kami sedang menelitinya secara mendalam,” kata Parolin kepada wartawan, mengutip kantor berita resmi Vatikan.
Kardinal Parolin menambahkan, “Saya pikir ini adalah masalah yang membutuhkan sedikit waktu untuk memberikan jawaban”.
Parolin menyebut bahwa Trump mengajak berbagai negara untuk berpartisipasi, dan berdasarkan informasi yang diterimanya dari media, Italia juga sedang mempertimbangkan keterlibatannya.
Inisiatif Dewan Perdamaian ini bertujuan membentuk sebuah entitas independen dari Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menangani konflik global, dengan perhatian khusus pada perang di Gaza. Negara-negara yang bergabung akan diminta memberikan kontribusi finansial untuk memperoleh kursi tetap.
Sejumlah negara telah menyatakan partisipasi mereka secara terbuka, termasuk Belarus, Uni Emirat Arab, Hongaria, Mesir, dan Israel. Menanggapi kemungkinan kontribusi finansial dari Vatikan, Parolin menegaskan bahwa Vatikan memiliki posisi berbeda dibandingkan negara lain.
“Kami bahkan tidak dalam posisi untuk melakukan itu. Namun, jelas kami berada dalam situasi yang berbeda dibandingkan dengan negara-negara lain, jadi ini akan menjadi pertimbangan yang berbeda, tetapi saya pikir permintaannya bukan untuk berpartisipasi secara finansial,” katanya.
Kardinal Parolin juga menyinggung ketegangan antara Amerika Serikat dan Eropa, yang menurutnya “tidak sehat” dan “menciptakan iklim yang memperburuk situasi internasional, yang sudah serius”.
Ia menekankan pentingnya mengurangi ketegangan dan membahas isu-isu kontroversial tanpa memicu polemik.
Selain itu, Parolin menegaskan pentingnya menghormati hukum internasional, menanggapi pernyataan Trump di Forum Ekonomi Dunia di Davos terkait keinginannya untuk mengakuisisi Greenland.
Untuk diketahui bahwa, Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang berinisitif membentuk Dewan Perdamaian untuk mengawasi tata kelola dan rekonstruksi di Gaza pasca genosida Israel.
Dilansir situs Britannica, Dewan Perdamaian merupakan badan internasional yang diketuai oleh Donald Trump dan dibentuk untuk mengawasi gencatan senjata pada Oktober 2025 dalam Perang Israel-Hamas.
Badan ini akan mengawasi pemerintahan teknokrat transisi Palestina di Jalur Gaza, yang disebut Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG) dan dipimpin oleh eks pejabat otoritas Palestina Ali Shaath.
Dewan Perdamaian juga akan melucuti senjata Hamas dan mengerahkan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) untuk melatih pasukan polisi Palestina yang baru.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




