iklan

KESEHATAN, HEADLINE

Program ber-Wolbachia : Kemenkes – Menzies telah lepas 56 ribu nyamuk di Dili

Program ber-Wolbachia : Kemenkes – Menzies telah lepas 56 ribu nyamuk di Dili

Program nyamuk ber-Wolbachia. Foto AP

DILI, 23 September 2025 (TATOLI) –Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan  Menzies melalui program ber-Wolbachia telah melepaskan 56.000  nyamuk di wilayah berisiko Demam Berdarah Dengue (DBD) di Dili.

Manajer Proyek Wolbachia Menzies di Timor-Leste, Maria Assunção Gama, menjelaskan bahwa lebih dari 56.000 nyamuk telah dilepaskan sejak 11 Agustus lalu.

“Sejak 11 Agustus lalu, kami telah melepaskan lebih dari 56.000 ekor nyamuk,” ujar Manajer Proyek itu kepada wartawan di Pusat Konvensi Dili (CCD), Selasa ini.

Ia menyebutkan bahwa, 32 tim membawa 51 kapsul, tergantung pada area risiko yang ada, karena setiap lokasi menyisakan beberapa kapsul, tetapi setiap kapsul berisi 200 ekor nyamuk, atau mungkin kurang.

“Metode ber-Wolbachia merupakan metode pelengkap, jadi sekarang kami memiliki waktu tujuh minggu, dan tim telah pergi ke tempat-tempat yang telah ditentukan untuk melepaskan nyamuk, dari hari Senin hingga Jumat setiap minggunya,” ujarnya.

Berita terkait : 20 Agustus, Kemenkes – Menzies luncurkan metode ber-Wolbachia di Timor-Leste

Ia menjelaskan bahwa program ber-Wolbachia merupakan implementasi pelengkap karena pemerintah telah menerapkan langkah-langkah pencegahan lain, seperti pemusnahan dan metode lain untuk memberantas demam berdarah.

“Saya minta masyarakat untuk terus memanfaatkan langkah-langkah pencegahan yang telah kita lakukan, karena kita dapat menggunakan pembasmian dan pengasapan, antara lain, untuk mengurangi kasus demam berdarah di negara kita,” ujarnya.

Sebelumnya, pada 21 Agustus lalu, Direktur Nasional Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular di Kementerian Kesehatan, Florindo Gonzaga Pinto, mengungkapkan bahwa selama dua minggu, Kementerian Kesehatan bersama Menzies di Timor-Leste, melalui program ber-Wolbachia telah melepaskan 8.151 nyamuk di wilayah berisiko Demam Berdarah Dengue (DBD) di Dili.

“Dari implementasi ini, hampir banyak kapsul obat nyamuk yang telah dilepas  dengan total 8.141. Dari implementasi ini, ditemukan 32 kegagalan, mengingat wilayah-wilayah yang ditolak masyarakat. Dimana, mereka menolak untuk tim Kementerian Kesehatan melepas  nyamuk di area mereka, seperti  rumah, gedung sekolah, dan beberapa gedung kantor, karena mereka menganggap tempat mereka bersih dan tidak membutuhkan nyamuk tersebut,” ujar Direktur Florindo, kepada wartawan di Timor Plaza.

Untuk diketahui bahwa, program Ber-Wolbachia adalah program kesehatan masyarakat yang menggunakan nyamuk Aedes aegypti yang mengandung bakteri Wolbachia untuk mengendalikan dan menurunkan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Bakteri Wolbachia ini bekerja dengan cara memblokir replikasi virus dengue di dalam tubuh nyamuk, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menularkan virus tersebut ke manusia.

Manfaat dari program ber-Wolbachia yaitu, terbukti  terbukti secara efektif menurunkan kasus DBD, dan teknologi ini dianggap aman bagi manusia dan lingkungan, tidak seperti beberapa metode pengendalian nyamuk lainnya, dan dianggap sebagai metode yang bersifat alami dan mandiri oleh World Mosquito Program.

Dimana, program ini adalah bagian dari strategi pengendalian DBD, namun tidak menggantikan upaya pencegahan yang sudah ada seperti 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur ulang, dan langkah pencegahan lainnya).

TATOLI

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!