DILI, 28 Agustus 2025 (TATOLI) – Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, secara resmi membuka Dili International Trade Expo (DITE) 2025 yang berlangsung di Pusat Konvensi Dili (CCD) hari ini, dengan menekankan pentingnya pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ekspor produk lokal sebagai pilar pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam pidato pembukaannya, PM Xanana menyebut Expo pertama di Timor-Leste ini sebagai peluang strategis untuk menunjukkan inovasi, budaya, dan teknologi nasional, sekaligus mendorong kolaborasi lintas sektor dan memperluas akses pasar bagi produk-produk Timor-Leste.
“Expo ini merupakan kesempatan bagi para pengusaha, usaha kecil, dan menengah Timor-Leste untuk saling berbagi dan belajar. Dan ini merupakan kesempatan untuk mendorong kolaborasi lintas berbagai sektor,” ujar PM Xanana di CCD, kamis ini.
Acara ini menampilkan berbagai produk unggulan Timor-Leste yang telah dipasarkan dan diekspor ke dunia, antara lain kopi dan garam dan cokelat organik, tembikar, kerajinan tangan, dan pakaian tradisional.
Menurut PM Xanana, setiap produk yang dihasilkan secara lokal dan dipasarkan di luar negeri tidak hanya memperkuat kemandirian ekonomi, tetapi juga mendatangkan pendapatan bagi keluarga dan masyarakat.
Perdana Menteri menekankan peran krusial UMKM sebagai wajah ekonomi Timor-Leste di komunitas lokal, mulai dari koperasi kopi di pegunungan, penenun Tais di desa-desa, hingga perusahaan digital yang digagas generasi muda.
Ia menyatakan bahwa pemerintah bertugas mendukung sektor swasta melalui penyederhanaan regulasi, peningkatan infrastruktur, dan promosi produk lokal di pasar internasional.
PM Xanana juga menyoroti tantangan ekonomi saat ini, di mana dua pertiga penduduk Timor-Leste berusia di bawah 35 tahun, dan perlunya menciptakan lapangan kerja serta mengurangi ketergantungan pada impor. Ia menegaskan bahwa pembangunan ekonomi yang berkelanjutan harus berbasis pada produksi lokal, inovasi, dan ekspor.
“Setiap produk Timor-Leste yang menggantikan impor memperkuat kedaulatan kita. Setiap produk yang dipasarkan di luar negeri mendatangkan pendapatan bagi keluarga dan memberikan makna nyata bagi kedaulatan kita,” kata PM Xanana.
Perdana Menteri menambahkan bahwa Expo ini juga menjadi platform untuk memperkenalkan budaya Timor-Leste sebagai aset ekonomi. Budaya bukan hanya inti identitas nasional, tetapi juga mendorong kebanggaan, persatuan, dan penciptaan mata pencaharian bagi masyarakat.
Menutup pidatonya, PM Xanana mengingatkan pentingnya Expo ini dalam rangka menyambut keanggotaan Timor-Leste di ASEAN pada bulan Oktober mendatang, yang akan membuka pasar lebih dari 600 juta orang.
“Dengan kebijakan dan dukungan yang tepat, kita dapat memanfaatkan posisi ini untuk memperluas perdagangan, membangun industri, dan menciptakan lapangan kerja baru,” ujarnya.
Pameran tersebut akan berlangsung hingga 01 September 2025 dan menampilkan 157 perusahaan lokal dengan 250 stan, serta diikuti 93 perusahaan internasional dari sembilan negara sahabat: Australia, Brunei Darussalam, Kamboja, China (termasuk Makau), Fiji, India, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




