iklan

HEADLINE, SOSIAL INKLUSIF

Timor-Leste Berduka : Dua tokoh penting Ermera wafat dalam waktu berdekatan

Timor-Leste Berduka : Dua tokoh penting Ermera wafat dalam waktu berdekatan

Dua tokoh penting Ermera wafat dalam waktu berdekatan yaitu, Romo Domingos Soares Maubere dan Ernesto Fernandes ‘Dudu’. Foto Tatoli

DILI, 16 Mei 2025 (TATOLI)— Dalam kurun waktu kurang dari dua minggu, Timor-Leste kehilangan dua sosok besar asal kotamadya Ermera yang telah memberikan kontribusi luar biasa dalam sejarah perjuangan dan pembangunan bangsa Romo Domingos Soares Maubere dan Ernesto Fernandes, yang dikenal sebagai Dudu.

Mantan Presiden Republik, Taur Matan Ruak, menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya dua tokoh besar Timor-Leste yang berasal dari Kotamadya Ermera. Keduanya berpulang dalam waktu berdekatan pada bulan Mei sehingga meninggalkan duka mendalam bagi bangsa.

“Baru saja mendengar berita sedih bahwa kita telah kehilangan Romo Domingos Maubere. Ia bukan saja tokoh Gereja tetapi juga tokoh penting dalam perjalanan perjuangan pembebasan nasional,” ujar Taur dalam pernyataan belasungkawanya.

Taur Matan Ruak menyoroti bahwa kehilangan ini terasa semakin berat karena terjadi hanya beberapa hari setelah wafatnya Ernesto Dudu, seorang komandan FALINTIL yang dihormati.

Berita terkait : Presiden Horta sampaikan ucapan belasungkawa atas wafatnya Romo Maubere

“Sangat berduka yang mendalam bahwa Timor-Leste telah kehilangan dua tokoh penting berturut-turut. Bapak kita Ernesto Dudu dan Romo Maubere. Marilah kita semua berdoa agar diterima di Tanah Suci-Nya.,” tambahnya.

Taur juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga besar Romo Maubere, masyarakat Ermera, dan komunitas Gereja Katolik Timor-Leste.

Sementara itu, Ketua Otoritas Kotamadya Ermera, José Martinho dos Santos Soares, menyampaikan penghormatan dan belasungkawa atas wafatnya Romo Domingos Maubere, yang ia sebut sebagai salah satu pahlawan nasional Timor-Leste.

“Saya katakan Romo Domingos adalah pahlawan nasional karena sumbangsihnya dalam perjuangan kemerdekaan sangat besar, terutama sejak beliau ditahbiskan sebagai imam dan ketika kembali dari Portugal untuk mengabdikan diri sepenuhnya dalam perjuangan bangsa ini,” ujarnya.

José Martinho juga menekankan bahwa Romo Domingos turut berperan penting dalam pembentukan Dewan Nasional Perlawanan Timor (CNRT), yang kemudian menjadi wadah penting dalam perjuangan menuju kemerdekaan Timor-Leste.

“Ini adalah sumbangsih besar dari Romo. Kepergian beliau adalah duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi bagi seluruh rakyat Ermera,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya dua tokoh penting dari Ermera dalam waktu yang berdekatan Komandan Ernesto Fernandes ‘Dudu’ dan Romo Domingos Maubere.

“Ini adalah rasa belasungkawa kepada seluruh rakyat Ermera, kami kehilangan dua orang, Komandan Ernesto Dudu dan Romo Domingos Maubere. Kami sangat bersedih,” jelasnya.

Berita terkait : Romo Maubere, Pejuang kemerdekaan dan pembela HAM wafat

Kehilangan dua tokoh asal Ermera ini dalam waktu yang hampir bersamaan menjadi pukulan bagi banyak pihak, baik dalam lingkup gereja, masyarakat sipil, maupun dunia politik Timor-Leste.

Dengan semangat pengabdian dan perjuangan yang mereka tinggalkan, bangsa Timor-Leste mengenang keduanya sebagai pilar moral dan patriotik dalam sejarah nasional.

Romo Domingos Soares Maubere menghembuskan napas terakhir pada Jumat pagi, 16 Mei 2025, pukul 07.05 waktu setempat, di Rumah Sakit Nasional Guido Valadares (HNGV), setelah dirawat intensif sejak 8 Mei di Unit Perawatan Intensif (ICU).

Lahir di Kotamadya Ermera pada 12 Mei 1952, Romo Domingos dikenal sebagai figur rohani yang teguh dalam iman serta memiliki sejarah panjang dalam perjuangan kemerdekaan, termasuk keterlibatannya dalam jaringan perlawanan selama pendudukan Indonesia.

Ia menjabat sebagai Pastor Paroki Becora dan pada 19 Mei 2023 dianugerahi medali ‘Ordem de  Timor-Leste’ oleh Presiden Republik, José Ramos-Horta atas kontribusinya kepada bangsa.

Sebelumnya, pada 07 Mei 2025, Ernesto Fernandes, atau lebih dikenal dengan nama Dudu, wafat di usia 80 tahun di rumah sakit yang sama karena stroke hemoragik. Ia dirawat sejak 10 April 2025.

Dudu lahir pada 18 Juni 1945 di pos administratif Hatulia, Ermera, dan dikenal sebagai Komandan Wilayah IV FALINTIL selama masa pendudukan Indonesia. Ia juga pernah menjabat sebagai anggota Parlemen Nasional dari Partai Demokrat (2018–2023), dan pada November 2021 dianugerahi medali ‘Ordem de Timor-Leste’ oleh mantan Presiden Republik, Francisco Guterres ‘Lú Olo’. 

Reporter : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!