iklan

SOSIAL INKLUSIF

Pemakaman Lú Olo, PNTL siapkan pengamanan maksimal, Pemerintah tetapkan libur khusus

Pemakaman Lú Olo, PNTL siapkan pengamanan maksimal, Pemerintah tetapkan libur khusus

Mantan Presiden Republik Timor-Leste, Francisco Guterres Lú Olo. Foto Media Kepresidenan

DILI, 25 Juni 2026 (TATOLI) – Kepolisian Nasional Timor-Leste (PNTL) telah memetakan seluruh rute yang akan dilalui iring-iringan mobil jenazah mendiang mantan Presiden Republik, Francisco Guterres Lú Olo, pada Jumat (26/06).

Di saat yang sama, Pemerintah Timor-Leste menetapkan hari toleransi atau libur khusus selama satu hari penuh bagi aparatur sipil negara untuk memberikan kesempatan mengikuti prosesi penghormatan terakhir kepada salah satu tokoh utama perjuangan kemerdekaan Timor-Leste.

Juru Bicara PNTL, Superintenden Kepala Polisi João Belo dos Reis, mengatakan pihaknya telah menyiapkan operasi pengamanan terpadu dengan melibatkan PNTL, Unit Polisi Khusus (UEP), serta Unit Maritim guna memastikan seluruh rangkaian upacara kenegaraan berlangsung aman dan tertib.

“Kami telah melakukan pemetaan terhadap seluruh rute yang akan dilalui mobil jenazah mendiang mantan Presiden Lú Olo. Kami meminta dukungan seluruh masyarakat, khususnya di titik-titik yang akan ditutup sementara, agar bersabar dan tidak melintasi jalur tersebut selama prosesi berlangsung. Setelah seluruh rangkaian selesai, jalan akan kembali dibuka untuk umum,” kata João Belo dos Reis dalam konferensi pers di Markas Besar PNTL, Kamis.

Ia menjelaskan, berdasarkan rencana operasi polisi, mobil dengan jenazah Lú Olo akan diberangkatkan dari kediamannya di Farol pada pukul 07.30 pagi menuju Komite Sentral FRETILIN (CCF) melalui Avenida Portugal, Avenida Lurumata, dan Avenida Presidente Nicolau Lobato.

Dari CCF, iring-iringan akan melanjutkan perjalanan menuju Markas Besar F-FDTL melalui Avenida Presidente Nicolau Lobato sebelum menuju Istana Kepresidenan.

Selanjutnya, jenazah akan dibawa ke Gereja Katedral Nossa Senhora Imaculada da Conceição untuk Misa Requiem yang dijadwalkan berlangsung pada pukul 10.00 pagi.

Usai misa, iring-iringan akan bergerak menuju Gedung Parlemen Nasional melalui Bundaran Mandarin, Hotel Timor, Kantor Pemerintah, dan Acait.

Setelah prosesi penghormatan di Parlemen Nasional selesai, mobil dengan membawa jenazah akan diberangkatkan menuju Taman Makam Pahlawan (Jardim dos Heróis) di Metinaro untuk mengikuti upacara pemakaman kenegaraan. Rute yang akan dilalui meliputi Banco Mandiri, kawasan pesisir Dili, Kantor Pemerintah, MJDAC, Largo Lecidere, Bundaran Bidau, Jembatan Kuluhun, Becora, Hera hingga Metinaro.

João Belo dos Reis mengimbau masyarakat agar mematuhi arahan petugas di lapangan demi kelancaran lalu lintas dan keamanan selama prosesi berlangsung.

Sementara itu, melalui siaran pers yang diterbitkan pada Kamis (25/06), Pemerintah Timor-Leste menetapkan libur khusus selama satu hari penuh pada Jumat (26/06) sehubungan dengan pelaksanaan upacara pemakaman kenegaraan mendiang Francisco Guterres Lú Olo.

Dalam keputusan tersebut, Pemerintah menilai Lú Olo merupakan tokoh penting dalam sejarah bangsa Timor-Leste. Selain pernah menjadi bagian dari gerakan nasionalis pada masa kolonial Portugis, ia juga memegang berbagai posisi kepemimpinan politik dalam perjuangan perlawanan terhadap pendudukan Indonesia.

Setelah Restorasi Kemerdekaan pada 2002, Lú Olo dipercaya menjadi Ketua Parlemen Nasional pertama, sebelum kemudian terpilih sebagai Presiden Republik periode 2017–2022.

Pemerintah juga mempertimbangkan besarnya antusiasme masyarakat yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada tokoh yang diakui sebagai pahlawan perjuangan nasional tersebut.

Berdasarkan kewenangan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2005 yang telah beberapa kali diubah, Perdana Menteri Pelaksana Tugas, Mariano Assanami Sabino Lopes, menetapkan toleransi pontu bagi seluruh pegawai, agen, dan pekerja di lingkungan administrasi langsung maupun tidak langsung negara selama satu hari penuh.

Namun demikian, kebijakan tersebut tidak berlaku bagi aparatur yang menjalankan layanan publik esensial dan tetap diwajibkan bertugas sesuai sifat pekerjaannya. Pimpinan masing-masing instansi juga diminta mengatur dispensasi kehadiran pegawai dengan tetap menjamin kelangsungan dan kualitas pelayanan publik.

Melalui kebijakan tersebut, Pemerintah berharap masyarakat dapat berpartisipasi dalam penghormatan terakhir kepada mendiang Francisco Guterres Lú Olo yang akan dimakamkan secara kenegaraan di Taman Makam Pahlawan Metinaro.

Mantan Presiden Francisco Guterres “Lú Olo” meninggal dunia di Rumah Sakit Prince Court, Kuala Lumpur, Malaysia, pada Minggu (21/06) malam, pada usia 71 tahun, setelah menjalani perawatan kesehatan intensif.   

Reporter: Cidalia Fátima

Editor   : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!