DILI, 04 Juni 2026 (TATOLI) – Ribuan umat Katolik di Dili mengikuti prosesi Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus (Corpus Christi atau Corpo de Deus) yang digelar pada Kamis sore, mulai pukul 15.00 waktu setempat. Prosesi tahunan tersebut berlangsung dari Gereja Paroki Imaculada Conceição Balide menuju Taman Nossa Senhora de Fátima di Lecidere sebagai bentuk penghormatan dan devosi kepada Yesus Kristus yang hadir dalam Sakramen Ekaristi.
Perayaan Corpus Christi merupakan salah satu hari raya penting dalam Gereja Katolik dan ditetapkan sebagai hari libur nasional di Timor-Leste. Sebagai negara dengan mayoritas penduduk Katolik, perayaan ini setiap tahun diikuti oleh ribuan umat dari berbagai paroki di Keuskupan Agung Dili.
Prosesi dipimpin oleh Uskup Agung Metropolitan Dili, Kardinal Dom Virgílio do Carmo da Silva, SDB, bersama para imam, biarawan, biarawati, dan otoritas keagamaan lainnya. Sebelum prosesi dimulai, umat berkumpul di halaman Gereja Balide untuk mengikuti doa pembuka dan penghormatan kepada Sakramen Mahakudus yang ditempatkan dalam monstrans.
Sepanjang perjalanan menuju Lecidere, umat dengan penuh antusias menyanyikan lagu-lagu rohani, mendaraskan doa Rosario, serta menunjukkan devosi dan iman kepada Tuhan. Mereka juga membawa salib, lilin, spanduk paroki, dan sebagian mengenakan pakaian adat tais sebagai simbol identitas budaya Timor-Leste.
Setelah tiba di Lecidere, perayaan dilanjutkan dengan Misa Ekaristi Agung yang dipimpin oleh Kardinal Virgílio.
Dalam homilinya, Kardinal Virgílio mengajak umat untuk semakin menghayati makna Ekaristi sebagai sumber persatuan dan kekuatan hidup iman. Menurutnya, melalui Tubuh dan Darah Kristus yang diterima dalam Ekaristi, umat dipersatukan menjadi satu keluarga Allah.
“Hari raya ini merupakan momen yang sangat penting bagi kita untuk semakin memperdalam iman melalui Ekaristi. Yesus memberikan Tubuh dan Darah-Nya untuk terus menopang kehidupan kita agar tetap setia dalam perjalanan iman,” kata Kardinal Virgílio.

Ia mengingatkan bahwa Yesus sendiri telah menyatakan diri sebagai Roti Hidup yang turun dari surga dan menjanjikan kehidupan kekal bagi setiap orang yang menerima-Nya dengan iman.
“Mari kita bersama-sama merayakan keindahan Ekaristi dalam kehidupan kita. Kehadiran Yesus dalam Ekaristi menjadi makanan rohani dan kekuatan bagi kita untuk terus mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.
Kardinal Virgílio juga menyampaikan apresiasi atas antusiasme umat Katolik Timor-Leste yang setiap tahun terus memadati perayaan Corpo de Deus. Menurutnya, meningkatnya jumlah peserta prosesi menunjukkan pertumbuhan iman umat dan kecintaan yang semakin besar terhadap Ekaristi.
“Kita percaya bahwa melalui Tubuh Kristus, pikiran dan tindakan kita dapat diubah. Walaupun kita datang dari latar belakang yang berbeda dan berjumlah ribuan orang, kehadiran Kristus dalam Ekaristi menjadikan kita satu,” katanya.
Ia menambahkan bahwa perayaan Corpus Christi juga menjadi kesempatan bagi umat untuk merefleksikan kembali hubungan mereka dengan Tuhan di tengah berbagai tantangan kehidupan.
“Kadang-kadang sebagai manusia kita menjauh dari kehendak Tuhan. Karena itu, perayaan hari ini mengundang kita untuk kembali merenungkan hidup dan memperkuat spiritualitas agar tetap teguh mengikuti Kristus,” ungkapnya.
Sementara itu, Pastor Paroki São José Ai-Mutin (PSJA), Pe. Benediktus Nuwa CMF, dalam wawancara eksklusif dengan TATOLI mengatakan bahwa Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus mengingatkan umat akan kehadiran nyata Yesus dalam Sakramen Ekaristi.
“Kalau kita berbicara tentang Tubuh Tuhan, maka kita berbicara tentang Ekaristi. Ini adalah perayaan khusus sebagai bentuk devosi kepada Tubuh dan Darah Kristus. Bagi umat Katolik, perayaan ini sangat penting karena kita percaya Kristus hadir secara nyata dalam Sakramen Ekaristi,” katanya.
Menurut Pastor Benediktus, Ekaristi merupakan puncak kehidupan iman Gereja Katolik karena di dalamnya umat tidak hanya mendengarkan Sabda Tuhan, tetapi juga menerima Tubuh dan Darah Kristus yang diberikan demi keselamatan manusia.
Ia menjelaskan bahwa makna utama Corpus Christi adalah meneladani kasih Yesus yang menyerahkan diri-Nya bagi umat manusia.
“Sama seperti Yesus mencintai kita dengan memberikan diri-Nya, kita juga dipanggil untuk memberikan diri bagi Tuhan dan sesama. Kita menjadi alat agar orang lain mengalami kasih, rahmat, dan bantuan Allah melalui kehadiran serta cara hidup kita,” ujarnya.
Menurut Pastor Benediktus, semangat Ekaristi dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap mengasihi, mengampuni, membantu sesama, dan menjadi saksi iman di tengah masyarakat.
Ia juga mengimbau umat agar tidak hanya hadir secara fisik dalam Misa, tetapi mengambil bagian secara aktif dalam seluruh rangkaian liturgi.
“Partisipasi berarti hadir dengan hati, mendengarkan Sabda Tuhan, memahami maknanya, berdoa, bernyanyi, dan mengambil bagian secara aktif. Dengan demikian kita sungguh mengalami rahmat Tuhan dalam Ekaristi,” katanya.
Menutup perayaan, Kardinal Virgílio kembali menegaskan bahwa Kristus adalah sumber kehidupan yang terus mengundang umat untuk mendekat kepada-Nya melalui Komuni Kudus.
“Kristus mengajak kita untuk memperbarui iman. Melalui Komuni Kudus, Ia menguatkan dan membimbing kita agar mampu berjalan sesuai kehendak-Nya,” tuturnya.
Perayaan Corpo de Deus tahun ini tidak hanya menjadi ungkapan iman kepada Kristus yang hadir dalam Sakramen Ekaristi, tetapi juga mempererat persatuan umat Katolik serta menjadi kesaksian publik tentang nilai kasih, pengorbanan, dan pelayanan kepada sesama.
Reporter: Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




