iklan

HEADLINE, SOSIAL INKLUSIF

Kanada dorong Jurnalis Timor-Leste bersiap ikuti Media Fellowship 2026

Kanada dorong Jurnalis Timor-Leste bersiap ikuti Media Fellowship 2026

Duta Besar Kanada untuk Timor-Leste, Jess Dutton. Foto GPM

DILI, 21 Mei 2026 (TATOLI) — Pemerintah Kanada melalui Asia Pacific Foundation of Canada mendorong para jurnalis dan profesional media Timor-Leste untuk mempersiapkan diri mengikuti program Media Fellowship 2026 yang akan kembali dibuka pada musim panas 2026.

Ajakan tersebut disampaikan Duta Besar Kanada untuk Timor-Leste, Jess Dutton, usai melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, bersama delegasi bisnis Kanada di Kantor Pemerintah, Dili, Kamis ini.

Dalam kunjungan tersebut, Jess Dutton memimpin delegasi yang terdiri dari Ketua Canada-ASEAN Business Council, perwakilan Asia-Pacific Foundation of Canada, BlackBerry Government Solutions, National Bank of Canada, serta Export Development Canada.

Selain membahas peluang investasi dan kerja sama ekonomi, Jess Dutton juga memanfaatkan kesempatan itu untuk mempromosikan program Media Fellowship kepada komunitas media di Timor-Leste.

“Program fellowship ini tersedia bagi profesional media seperti kalian. Peserta yang terpilih akan memiliki kesempatan untuk mengunjungi Kanada dan mempelajari lebih jauh lingkungan media di negara kami,” ujar Jess Dutton bagi para wartawan.

Menurutnya, selama ini jumlah pelamar dari Timor-Leste masih sangat terbatas sehingga pihaknya ingin meningkatkan partisipasi jurnalis nasional dalam program tersebut.

“Kami belum menerima banyak aplikasi dari Timor-Leste sebelumnya dan itu menjadi salah satu alasan saya ingin mempromosikan program ini dalam kunjungan kali ini,” katanya.

Program Media Fellowship yang diselenggarakan Asia Pacific Foundation of Canada merupakan salah satu program internasional bergengsi yang memberikan kesempatan kepada jurnalis untuk melakukan riset, peliputan, dan pengembangan karya jurnalistik mengenai isu-isu Asia dan hubungan Kanada dengan kawasan Asia-Pasifik.

Program tersebut sebelumnya telah mendukung 98 jurnalis Kanada, termasuk sejumlah tokoh media terkenal seperti Carol Off, John Ivison, Daphne Bramham, Nathan VanderKlippe, Chantal Hébert, Paul Kennedy, Francis Bula, dan Hayley Woodin Hastings.

Media Fellowship itu mendukung proposal jurnalistik kreatif yang membahas berbagai isu strategis dan berkembang di kawasan Asia, termasuk teknologi baru, kecerdasan buatan (AI), keamanan ekonomi, ketahanan rantai pasok, keamanan maritim, energi, perubahan iklim, perdagangan, investasi, hingga isu Arktik.

Dalam program tersebut, peserta yang terpilih diwajibkan menghasilkan minimal tiga karya jurnalistik, termasuk satu konten digital, strategi promosi media sosial, serta video pendek, podcast, atau tulisan blog yang akan dipublikasikan melalui platform Asia Pacific Foundation of Canada.

Selain itu, peserta juga dapat memperoleh dukungan dana hingga 10 ribu dolar Kanada atau lebih dari $7 ribu dollar Amerika untuk membiayai perjalanan, akomodasi, dan kebutuhan peliputan selama program berlangsung.

Menurut informasi resmi Asia Pacific Foundation of Canada, pelamar diwajibkan mengajukan proposal sepanjang 500 hingga 750 kata yang menjelaskan tema liputan, alasan pemilihan topik, rencana pelaksanaan, serta media tempat publikasi karya.

Pelamar juga diwajibkan melampirkan curriculum vitae (CV), contoh karya jurnalistik, surat dukungan editor atau produser, serta rencana anggaran kegiatan.

Jess Dutton menjelaskan bahwa pendaftaran program fellowship akan kembali dibuka pada musim panas Kanada tahun 2026, yang berlangsung dari akhir Mei hingga Agustus.

“Pendaftaran akan dibuka kembali. Saya mendorong para profesional media di Timor-Leste untuk melamar, mengunjungi Kanada, mempelajari lebih banyak tentang negara kami, sekaligus membantu memperkuat hubungan antara kedua negara,” ujarnya.

Ia menilai keikutsertaan jurnalis Timor-Leste dalam program internasional seperti ini penting untuk memperluas wawasan, memperkuat kapasitas jurnalistik, serta membangun jejaring media internasional, terutama setelah Timor-Leste resmi menjadi anggota penuh ASEAN.

Sementara itu, Asia Pacific Foundation of Canada menyatakan bahwa seluruh aplikasi pertanyaan terkait program fellowship dapat dikirim melalui surat elektronik ke alamat michael.roberts@asiapacific.ca. atau dapat dikirim dalam bahasa Inggris maupun Prancis melalui surat elektronik kepada Direktur Komunikasi lembaga tersebut.

Jess Dutton menambahkan bahwa pihak Kedutaan Kanada juga siap membantu memberikan informasi lebih lanjut kepada jurnalis yang tertarik mengikuti program fellowship tersebut.

“Saya juga akan membagikan informasi kontak agar para jurnalis dapat memperoleh informasi lengkap mengenai proses aplikasi,” pungkasnya.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!