DILI, 13 Mei 2026 (TATOLI) — Pemerintah Timor-Leste melalui Dewan Menteri menyetujui rancangan proposal amandamen pertama terhadap Undang-Undang (UU) Nomor 8/2025 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 guna merespons kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) secara global dan sejumlah kebutuhan belanja strategis lainnya.
Proposal perubahan APBN tersebut diajukan Menteri Keuangan, Santina José Rodrigues F. Viegas Cardoso, dalam rapat Dewan Menteri yang berlangsung di kantor Pemerintah, Dili, Rabu ini.
Pemerintah menjelaskan penyesuaian anggaran dilakukan menyusul kenaikan harga BBM global yang dipicu konflik di Timur Tengah, serta untuk menutupi biaya pelaksanaan Kepresidenan Sementara Komunitas Negara-Negara Berbahasa Portugis (Presidência Pro Tempore Comunidade dos Países de Língua Portuguesa) yang kini dipimpin Timor-Leste setelah APBN 2026 disahkan.
Selain itu, perubahan anggaran juga mencakup pengeluaran terkait Daerah Administrasi Khusus Oe-Cusse Ambeno.
Melalui revisi tersebut, total konsolidasi APBN 2026 meningkat sekitar 101,1 juta dolar Amerika Serikat sehingga mencapai sekitar 2,39 miliar dolar Amerika Serikat.
Pemerintah menegaskan kenaikan anggaran itu tidak berasal dari tambahan transfer Dana Perminyakan, melainkan melalui penyesuaian sumber pembiayaan negara, termasuk penggunaan saldo anggaran sebelumnya, saldo rekening bank yang belum dimanfaatkan secara efektif, serta peningkatan penerimaan domestik.
Menurut Pemerintah, anggaran perubahan tersebut juga bertujuan mengurangi dampak ekonomi akibat kenaikan harga BBM internasional di tengah tingginya ketergantungan Timor-Leste terhadap impor, terutama bahan bakar dan produk pangan.
Kondisi itu dinilai berdampak langsung terhadap biaya transportasi dan tingkat inflasi domestik.
Berdasarkan proyeksi Kementerian Keuangan, meskipun harga bahan bakar dunia meningkat, rata-rata inflasi tahunan pada 2026 diperkirakan naik menjadi 2,2 persen dibandingkan 1,2 persen pada 2025.
Namun demikian, Pemerintah menilai kenaikan inflasi tersebut masih dapat dikendalikan melalui kebijakan stabilisasi harga BBM yang telah diterapkan.
Reporter: Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




