iklan

INTERNASIONAL

Timor-Leste desak penguatan pendanaan iklim dalam dialog tingkat tinggi di Vienna

Timor-Leste desak penguatan pendanaan iklim dalam dialog tingkat tinggi di Vienna

Wakil Menteri Luar Negeri dan Kerjasama (MNEC), Jesuína Maria Ferreira Gomes. Foto MNEC

DILI, 12 Mei 2026 (TATOLI) — Timor-Leste menyerukan dukungan internasional yang lebih kuat untuk pendanaan iklim selama dialog tingkat tinggi di bawah inisiatif LIFE-AR (Least Developed Countries Initiative for Effective Adaptation and Resilience) atau Inisiatif Negara-Negara Kurang Berkembang untuk Adaptasi dan Ketahanan yang Efektif yang diadakan di Vienna, Austria.

Wakil Menteri Luar Negeri dan Kerjasama (MNEC), Jesuína Maria Ferreira Gomes mewakili Timor-Leste berpartisipasi dan menyampaikan pidato dalam dialog refleksi tingkat tinggi di Vienna yang diadakan pada 07 Mei lalu.

Dimana, dalam Laman Pemerintah disebutkan bahwa, dialog tersebut digelar di bawah inisiatif LIFE-AR itu, Wakil Menteri Jesuína didampingi oleh Adão Soares Barbosa, Utusan Khusus untuk Urusan Iklim, yang mewakili Timor-Leste sebagai anggota Negara-Negara Kurang Berkembang (LDCs).

Acara tingkat tinggi itu dihadiri Ketua Kelompok Negara Kurang Berkembang (LDC), Duta Besar Adão Soares Barbosa (Timor-Leste), dan Kementerian Pertanian dan Kehutanan Federal Austria, Aksi Iklim dan Perlindungan Lingkungan, Daerah dan Pengelolaan Air.

Austria adalah penandatangan LIFE-AR Compact yang kemitraannya menandakan komitmen politik yang kuat terhadap adaptasi untuk mendukung negara-negara yang paling rentan di dunia.

Wakil Menteri Jesuína mendapat kehormatan untuk menyampaikan pidato dalam pertemuan tersebut atas nama Negara Kurang Berkembang (LDC), dengan Timor-Leste saat ini menjabat sebagai Ketua. Dimana,  Wakil Menteri juga menekankan bahwa LDC mewakili 44 negara dan lebih dari satu miliar orang dan mereka yang paling sedikit berkontribusi terhadap perubahan iklim, namun menanggung konsekuensi paling parah.

Seiring dengan perubahan pesat lanskap pendanaan iklim global untuk adaptasi iklim, dialog berfokus pada prioritas donor yang sedang dibentuk ulang oleh tuntutan geopolitik yang saling bersaing. Meskipun demikian, kebutuhan akan aksi iklim di negara-negara paling rentan di dunia tidak pernah seurgent ini.

Inisiatif LIFE-AR, yang dibentuk pada tahun 2018 oleh Kelompok Negara Kurang Berkembang (LDC Group), saat ini merupakan satu-satunya platform yang dipimpin dan dikelola oleh Negara Kurang Berkembang itu sendiri yang didedikasikan untuk mentransformasi mekanisme akses, tata kelola, dan implementasi pendanaan iklim. Program ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan, sistem nasional, dan sumber daya manusia LDC, serta mempromosikan pendekatan adaptasi yang dipimpin secara lokal.

Sementara itu, Duta Besar Adão menyampaikan sambutan pembukaan pada dialog tersebut atas nama Negara-Negara Kurang Berkembang (LDC). Beliau menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Pemerintah Austria, salah satu penandatangan LIFE-AR Compact, atas penyelenggaraan dialog ini. Semangat kemitraan ini menandakan komitmen politik yang menjadi dasar berdirinya LIFE-AR.

Duta Besar Adão juga menekankan bahwa ini adalah momen penting dan krusial, yang menggarisbawahi pentingnya kemitraan dalam mencapai visi LDC.

Di antara tujuan utama dialog tersebut adalah peluncuran resmi Strategi LIFE-AR yang diperbarui untuk periode 2026-2030 dan peta jalan transisi untuk pembentukan struktur yang independen dari negara-negara kurang berkembang, presentasi hasil dan pelajaran yang dipetik di tingkat nasional, penguatan hubungan politik antara COP30 dan COP31, dan undangan kepada mitra baru untuk bergabung dalam perjanjian kemitraan LIFE-AR (pakta LIFE-AR) dan mendukung pendekatan adaptasi yang dipimpin secara lokal.

Pertemuan tersebut juga mencakup pertemuan  yang diselenggarakan oleh pemerintah Austria, yang bertujuan untuk memperkuat dialog informal dan kerja sama antara mitra internasional.

Dialog tersebut diakhiri dengan penegasan kembali komitmen negara-negara donor dan mitra internasional untuk berkontribusi secara finansial kepada LIFE-AR, dengan tujuan memperkuat adaptasi iklim yang dipimpin secara lokal di Negara-Negara Kurang Berkembang. Disebutkan juga bahwa Turki, sebagai negara yang memimpin COP31, akan menandatangani Pakta LIFE-AR pada COP31.

TATOLI

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!