DILI, 12 Mei 2026 (TATOLI) — Presiden Republik Jose Ramos-Horta bertemu Perdana Menteri (PM) Tuvalu, Feleti Teo. Dalam pertemuan keduanya berkomitmen dalam kemitraan dengan menggarisbawahi upaya kolektif untuk melindungi keanekaragaman hayati laut di area di luar yurisdiksi nasional, yang sangat penting bagi kelangsungan hidup negara-negara kepulauan Pasifik.
Pertemuan antara Presiden Ramos-Horta dan PM Tuvalu dilakukan, di sela-sela KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) Samudra Melanesia di Papua Nugini, pada Senin (11/05).
Mewakili visi bersama sebagai “Negara Samudra Besar,” kedua pemimpin menegaskan kembali komitmen mereka terhadap target keanekaragaman hayati global 30×30 dan implementasi Perjanjian BBNJ (Biodiversity Beyond National Jurisdiction).
Dimana, kemitraan ini menggarisbawahi upaya kolektif untuk melindungi keanekaragaman hayati laut di area di luar yurisdiksi nasional, yang sangat penting bagi kelangsungan hidup negara-negara kepulauan Pasifik.
Berita terkait : Presiden Ramos-Horta dan PM Papua Nugini jalin hubungan kemitraan strategis
Presiden Republik menekankan peran strategis Timor-Leste sebagai penghubung penting antara Pasifik dan Asia Tenggara. Sebagai anggota ASEAN dan pengamat Forum Kepulauan Pasifik. Dimana, Presiden Ramos-Horta menyoroti bagaimana Timor-Leste dapat berfungsi sebagai jembatan untuk membuka peluang bilateral dan multilateral baru.
Posisi ini memungkinkan artikulasi kepentingan Pasifik yang lebih kuat dalam lanskap ekonomi dan politik Asia Tenggara, mendorong pendekatan regional yang lebih terintegrasi terhadap tantangan bersama.
Di panggung internasional, Presiden Republik mengadvokasi reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan koordinasi posisi diplomatik. Langkah ini mencerminkan pendalaman solidaritas antara Timor-Leste, mitra penutur bahasa Portugis (Lusofon), dan negara-negara Pasifik dalam mengupayakan sistem internasional yang lebih adil dan representatif.
TATOLI




