DILI, 27 April 2026 (TATOLI) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan para pejabatnya diduga menjadi target “utama” pelaku penembakan yang mencoba menyerbu acara jamuan makan malam White House Correspondents’ Dinner (Asosiasi Koresponden Gedung Putih) yang digelar di Washington Hilton, Sabtu (25/4/2026) malam waktu setempat.
Demikian pernyataan itu dikatakan, Pelaksana Tugas Jaksa Agung atau Jaksa Agung sementara, Todd Blanche.
Tersangka, yang oleh media AS disebut sebagai Cole Tomas Allen (31 tahun), ditangkap setelah polisi mengatakan dia melepaskan tembakan di dekat pos pemeriksaan keamanan saat acara berlangsung di sebuah hotel di Washington DC pada Sabtu malam.
Berbicara kepada NBC News, Blanche mengatakan motif pelaku masih dalam penyelidikan. Namun, temuan awal menunjukkan bahwa sasaran aksinya adalah Trump dan sejumlah pejabat AS.
Blanche mengatakan pada hari Minggu bahwa pihak berwenang meyakini tersangka melakukan perjalanan dari California ke Washington, DC, dengan kereta api melalui Chicago.
“Tampaknya dia memang berniat menargetkan orang-orang yang bekerja di pemerintahan, kemungkinan termasuk presiden,” kata Blanche kepada jaringan televisi NBC.
Blanche mengatakan tersangka diyakini telah membeli dua senjata api yang dibawanya pada Sabtu malam dalam beberapa tahun terakhir. Ia tidak kooperatif dengan penegak hukum dan diperkirakan akan menghadapi berbagai dakwaan pada hari Senin ini.
Biro Investigasi Federal (FBI), melalui divisi kriminal dan satuan tugas antiterorisme, kini menangani penyelidikan insiden tersebut.
Presiden Trump, yang segera dievakuasi dari panggung ke tempat aman, berkata kepada wartawan dalam jumpa pers setelah penembakan: “Saya tidak bisa membayangkan ada profesi yang lebih berbahaya dari ini.”
Dalam pernyataan pada Minggu, Gedung Putih menyebut Trump “tetap teguh dan tanpa rasa takut” setelah dia dan para anggota kabinetnya selamat dari apa yang disebut sebagai “upaya pembunuhan ketika tembakan dilepaskan”.
Selain itu, Presiden Asosiasi Wartawan Gedung Putih, Weijia Jiang, menyebut serangan itu sebagai “peristiwa mengerikan”.
Pada Minggu, Jiang yang duduk di sebelah Trump saat jamuan makan malam berlangsung menyampaikan terima kasih kepada Dinas Rahasia AS atas tindakan mereka yang dinilai telah “melindungi ribuan tamu” dalam acara tersebut.
Kronologi kejadian penembakan
Pada Sabtu (25/04), sekitar pukul 20.35 waktu setempat, suara tembakan terdengar di area lobi Hotel Washington Hilton.

Hotel itu adalah lokasi berlangsungnya makan malam bersama Asosiasi Wartawan Gedung Putih di ballroom di lantai bawah.
Presiden AS, Ibu Negara Melania Trump, serta Wakil Presiden JD Vance, segera dievakuasi dari ruangan oleh aparat keamanan. Dan, sejumlah jurnalis dan tamu yang hadir dilaporkan berlindung di bawah meja saat situasi menjadi tegang.
Sejumlah pejabat mengatakan aparat penegak hukum sempat baku tembak dengan terduga pelaku serangan dan berhasil mencegatnya, serta “meyakini” bahwa tersangka sempat melepaskan senjata api.
Namun, saat terjadi penembakan terjadi di lokasi acara yang dihadiri Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, pelaku penembakan langsung dilumpuhkan dan ditangkap.
Dilansir CNN, Minggu (26/4/2026), pria bersenjata yang ditangkap di acara White House Correspondents Dinner itu diidentifikasi sebagai Cole Tomas Allen. Dia merupakan pria berusia 31 tahun dari California.
Terduga pelaku disebut tidak tertembak, tapi dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan medis. Polisi menyebut tersangka membawa dua senjata api serta beberapa pisau.
Seorang pejabat senior AS mengatakan kepada CBS News bahwa penyelidik tengah menelaah sejumlah tulisan yang diduga dibuat oleh tersangka, yang menyebutkan keinginannya untuk secara khusus menargetkan para pejabat pemerintahan.
Salah satu anggota keluarga Allen dilaporkan telah menghubungi polisi setelah menerima tulisan-tulisan tersebut sebelum serangan terjadi.
Pihak berwenang mengatakan, tersangka penembakan di acara White House Correspondents’ Dinner pada Sabtu (25/4/2026) malam yang dihadiri Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah ditangkap dan segera didakwa. Kepolisian Washington DC telah mengidentifikasi pelaku bernama Cole Tomas Allen, 31 tahun, asal Torrance, California.
TATOLI kutip dari BBC, Al Jazeera, CBS News, CNN




