DILI, 27 April 2026 (TATOLI) – Pemerintah Timor-Leste memperkuat diplomasi pendidikan sebagai strategi menghadapi integrasi ASEAN melalui kunjungan Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama, Bendito dos Santos Freitas, ke Assumption University of Thailand di Bangkok, Thailand.
Dalam Laman MNEC, menyebutkan dalam kunjungan itu Menteri Bendito menegaskan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia menjadi pilar strategis pembangunan nasional sekaligus instrumen penting kebijakan luar negeri Timor-Leste dalam menghadapi dinamika regional dan global.
Menurut Bendito, investasi pada sumber daya manusia bukan sekadar prioritas sosial, tetapi investasi strategis yang membentuk kepemimpinan, memperkuat institusi, meningkatkan daya saing nasional, serta mempersiapkan Timor-Leste memasuki era integrasi regional, termasuk keanggotaan penuh di ASEAN.
“Pendidikan adalah fondasi transformasi nasional. Investasi pada manusia merupakan strategi jangka panjang paling berkelanjutan untuk masa depan Timor-Leste,” kata Bendito dalam pertemuan dengan pimpinan universitas tersebut.
Kunjungan itu juga menjadi momentum kembalinya Bendito ke Assumption University setelah kunjungan pertamanya pada April 2013 saat menjabat Menteri Pendidikan. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak bertukar pandangan mengenai program akademik, kerja sama yang berjalan dengan Timor-Leste, serta peran strategis pendidikan tinggi di tengah perubahan geopolitik, disrupsi teknologi, dan transformasi ekonomi global.
Pembahasan turut menyoroti perkembangan akademik mahasiswa Timor-Leste yang sedang menempuh studi di universitas tersebut, termasuk kontribusi alumni Assumption University yang kini berkiprah di pemerintahan, akademisi, sektor swasta, masyarakat sipil, dan organisasi internasional.
Bendito menilai investasi pada modal manusia menjadi kebutuhan mendesak, terutama untuk menyiapkan generasi yang mampu memimpin negara dalam proses integrasi ASEAN, transformasi ekonomi, dan modernisasi kelembagaan nasional.
Ia mengingatkan pada 2012 Timor-Leste mengirim kelompok pertama sebanyak 70 mahasiswa penerima beasiswa ke Assumption University sebagai bagian strategi nasional memperkuat sumber daya manusia. Banyak lulusan program itu kini memegang posisi strategis di berbagai sektor pembangunan nasional.
Menurut Bendito, universitas tersebut dipilih karena reputasi akademik, pendidikan berbasis nilai, dan posisinya sebagai salah satu universitas Katolik terkemuka di Thailand dan kawasan ASEAN.
Dalam dialog bersama mahasiswa Timor-Leste yang sedang menempuh program magister, Menteri Bendito mendorong mereka mengejar keunggulan dengan disiplin dan tanggung jawab, seraya mengingatkan bahwa mereka tidak hanya mewakili diri sendiri, tetapi juga aspirasi bangsa.
Ia juga menegaskan universitas merupakan mitra strategis dalam pembangunan negara dan diplomasi, bukan sekadar pusat pembelajaran.
Melalui penguatan diplomasi pendidikan, Pemerintah berharap Timor-Leste semakin siap membangun daya saing nasional dan memanfaatkan peluang yang muncul dari integrasi di kawasan ASEAN.
Menteri Bendito dos Santos mengunjungi Assumption University of Thailand di Bangkok, Thailand, pada Jumat (24/04).
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




