DILI, 14 April 2026 (TATOLI) – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menandatangani perjanjian hibah dana dengan Korea International Cooperation Agency (KOICA) guna mendukung program peningkatan gizi siswa serta pemulihan hutan di Timor-Leste.
Dua proyek yang disepakati meliputi Program Terpadu untuk Gizi dan Ketahanan Pangan, Pemberian Makanan di Sekolah, Pengayaan Pangan, dan Infrastruktur Sekolah (2026–2036), serta Program Pengembangan Kapasitas untuk Restorasi Hutan dan Pengelolaan Berkelanjutan (2026–2033).
Menteri Keuangan, Santina Cardoso, menjelaskan bahwa program gizi dan ketahanan pangan didukung anggaran sebesar US$7,2 juta dengan durasi lima tahun dan akan dilaksanakan di kotamadya Baucau, Bobonaro, Manufahi, dan Viqueque.
Sementara itu, proyek restorasi hutan memperoleh dana sebesar US$6 juta dan akan diimplementasikan di Baucau dan Manatuto.
“Kami percaya bahwa kedua proyek ini, yaitu program makan siang sekolah dan reboisasi, dapat memberikan manfaat bagi siswa dan masyarakat kita,” kata Santina Cardoso di Kementerian Keuangan, Selasa ini.
Duta Besar Republik Korea untuk Timor-Leste, Chang Ha Yeon, menyatakan bahwa kerja sama ini mencerminkan hubungan erat antara kedua negara serta komitmen jangka panjang dalam pembangunan Timor-Leste.
Menurutnya, program makan siang sekolah tidak hanya bertujuan meningkatkan gizi anak, tetapi juga mendukung perekonomian lokal melalui penyediaan pasar bagi produsen dalam negeri. Sementara itu, proyek restorasi hutan akan memperkuat ketahanan terhadap perubahan iklim melalui penerapan teknologi pembibitan modern dan peningkatan kapasitas pengelolaan hutan.
Dilain pihak, Menteri Pendidikan, Dulce Maria de Jesus, mengungkapkan bahwa dukungan KOICA akan membantu implementasi program makan siang sekolah di 35 sekolah, termasuk penyediaan makanan, pelatihan, serta pembangunan fasilitas dapur.
“Dengan dukungan ini, kami dapat memastikan pelaksanaan program berjalan lebih baik, terutama di sekolah-sekolah yang belum memiliki dapur,” ujarnya.
Di sisi lain, Menteri Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Kehutanan, Marcos da Cruz, mengatakan proyek restorasi hutan akan dilaksanakan di sejumlah lokasi seperti Kaibada, Obratu, dan Mahabat, dengan total cakupan sekitar 250 hektar.
“Kami juga akan membangun pusat pembibitan permanen di Manatutu serta pusat pelatihan kehutanan untuk mendukung keberlanjutan program ini,” katanya.
Ia menambahkan bahwa kerja sama dengan Pemerintah Korea, termasuk melalui program AFOKU, telah memberikan model implementasi yang efektif dalam program reboisasi di Timor-Leste.
Melalui hibah ini, Pemerintah berharap dapat meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan, sebagai bagian dari upaya pembangunan jangka panjang di Timor-Leste.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




