DILI, 22 April 2026 (TATOLI)— Puisi “Bunga Gugur” yang ditulis oleh penyair Indonesia WS Rendra, menggambarkan keindahan dan kelembutan kehidupan manusia yang sedang layu dan gugur dari pohonnya. Puisi mengajarkan kita untuk menghargai dan mensyukuri setiap momen yang kita miliki dalam hidup.
Dengan berpulangya mendiang Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan, José Honório da Costa Pereira Jerónimo, SE. M.Si, merupakan sebuah permenungan yang mengajak kita untuk merenungi kehidupan manusia terlebih kehidupan mendiang Menteri José Jerónimo yang mendedikasikan diri seutuhnya untuk negara Timor-Leste dan anak-anak negeri—hidup dengan sebuah pertanggungjawaban dan menghembuskan napas terakhirnya dalam kondisi sedang malaksanakan tugas negara, seperti puisi yang ditulis oleh WS Rendra;

Bunga gugur
di atas nyawa yang gugur
gugurlah semua yang bersamanya.
Bunga gugur
di atas tempatmu terkubur
gugurlah segala hal ihwal.
Baiklah ikhlaskan saja
tiada janji ‘kan jumpa di surga.
José Honório da Costa Pereira Jerónimo, SE. M.Si, atau yang lebih dikenal dengan José Jerónimo merupakan Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan (MESCC – Ministério do Ensino Superior, Ciência e Cultura) Timor-Leste pada susunan struktur Pemerintah ke-IX yang dipimpin Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão.
Berita terkait : Menteri José Jerónimo wafat, Pemerintah kenang dedikasi mendiang di sektor pendidikan
Menteri José Jerónimo, meninggal dunia secara mendadak pada Selasa (21/04) setelah mengalami serangan jantung di kantornya, MESCC, Kolmera Dili dan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Guido Valadares (HNGV), namun tim dokter tidak dapat menyelamatkan nyawanya.
Kepergian mendiang José Jerónimo menjadi kehilangan besar bagi pemerintah dan sektor pendidikan tinggi di Timor-Leste. Pemerintah serta berbagai pihak menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan mengenang dedikasi mendiang dalam membangun sistem pendidikan tinggi nasional.
Dilansir dari Laman MESCC (Ministério do Ensino Superior, Ciência e Cultura) pria kelahiran Bazartete, kotamadya Liquisa, pada 15 Februari 1973 itu dikenal sebagai sosok profesional dalam bidang pendidikan tinggi dan selama menjabat posisi tersebut berdedikasi besar untuk membangun sistem pendidikan tinggi nasional yang berkualitas di Timor-Leste.
Anak dari David Pereira Jerónimo (Ayah) dan Adelina da Costa (Ibu), itu dilantik jadi Menteri MESCC pada susunan kabinet Pemerintah ke-IX pada 01 Juli 2023. Mendiang dilantik jadi Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan di Pemerintahan Konstitusional IX Republik Demokrat Timor-Leste, dengan bertanggung jawab atas perancangan, pelaksanaan, koordinasi, dan evaluasi kebijakan di bidang pendidikan tinggi dan kualifikasi, serta di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Berita terkait : Ramos-Horta ungkap keprihatinan atas wafatnya Menteri José Jerónimo
José Jerónimo merupakan Alumni dari pelajar Sekolah Dasar (SD) di SDN 2 Mauboke-Liquica dan lulus pada tahun 1986, kemudian melanjutkan Sekolah Pendidikan Pertama (SMP) di SMPN 1 Liquica dan lulus pada tahun 1989, setelah itu, melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA) di SMAN 2 Dili, tetapi karena situasi politik saat itu tidak memungkinkan, maka José Jerónimo pindah kembali ke Sekolah Menengah Atas di SMA Kristal Liquica dan lulus pada tahun 1992.

Lulus dari Sekolah Menengah Atas, José Jerónimo sebelum melanjutkan studinya di tingkat pendidikan tinggi, ia juga telah terlibat dalam organisasi klandestin sebagai aktivis di sub-wilayah CNRT Liquica pada tahun 1990 (saat masih SMS) dan bergabung dengan kelompok caixa clandestin 87 yang dipimpin oleh Bapak Letomone di Aipelu Bazartete-Liquica dan juga terlibat dalam organisasi Fitun yang dipimpin oleh almarhum Armando da Silva sebagai anggota pada tahun 1992.
José Jerónimo yang menjabat sebagai Menteri MESCC selama 01 Juli 2023 hingga 21 April 2026 itu, memilih melanjutkan studi pendidikan tinggi di Jember Indonesia-Jawa di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) pada tahun 1994. Selain sebagai mahasiswa, José Jerónimo juga ikut serta dalam organisasi RENETIL (Resistência Nacional dos Estudantes de Timor-Leste) sebagai anggota Juri dan memegang posisi Anapol (analis politik) di ‘Nurep Buras Ba Nafatin Jember’ dan di IMPPETU sebagai anggota.
Pada waktu itu, karena situasi politik yang sulit dan tidak ada kontak dengan keluarga, maka José Jerónimo memutuskan untuk kembali ke Timor-Leste pada tahun 1999 dan bersama Pastor Yosep Daslan dan beberapa kolega berhasil membangun Sekolah Menengah Katolik São João de Britho di Liquica untuk membantu kaum muda yang akan memasuki pendidikan menengah.
Setelah situasi politik tenang, José Jerónimo memilih kembali ke Indonesia pada tahun 2001 dan menyelesaikan gelar sarjana ekonomi di STIE, Jember. Dan pada tahun yang sama ia kembali ke Timor-Leste untuk menjadi dosen di UNTL (Universitas Nasional Timor Lorosa’e) di Fakultas Ekonomi, pada tahun 2004 ia dipercaya sebagai kepala Departemen Ilmu Ekonomi di Fakultas Ekonomi-UNTL.
Mantan dekan Fakultas Ekonomi UNTL (2006-2008) dan mantan Alumni tingkat magister di Universitas Kristen Satya Wacana Indonesia (2008 – 2010), itu selama menjabat sebagai Menteri MESCC dikenal dengan misinya untuk meningkatkan akses dan keberhasilan dalam pendidikan tinggi bagi kaum muda Timor-Leste dan memastikan relevansi penawaran pendidikan guna meningkatkan kemampuan kerja lulusan (Misi – dikutip dari Laman MESCC).
Sebagai mantan anggota Dewan Umum UNTL mewakili Fakultas Ekonomi (2010-2012), José Jerónimo selama menjabat sebagai Menteri, tetap berpegang teguh pada misinya untuk Pendidikan Tinggi Ilmu dan Teknologi. Dimana, dalam misi itu, Menteri MESCC selalu fokus untuk menciptakan mekanisme pelatihan ilmuwan, mempromosikan karier sebagai peneliti, dan membangun mekanisme pendanaan untuk proyek penelitian (Misi – dikutip dari Laman MESCC).

Mantan Atase Perdagangan di Kedutaan Besar Timor-Leste di Jakarta (2013 – 2015) itu, selama menjabat sebagai Menteri MESCC hingga menghembuskan nafas terakhirnya, semasa hidupnya Menteri José Jerónimo memiliki visi yang besar untuk Pendidikan Tinggi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yaitu menciptakan sistem ilmu pengetahuan dan teknologi nasional yang mampu menghasilkan pengetahuan yang berdampak pada pembangunan Timor-Leste (Visi – dikutip dari Laman MESCC).
José Jerónimo juga merupakan Mantan Wakil Rektor bidang administrasi dan keuangan UNTL (2016-2020) dan Mantan Wakil Rektor Bidang Audit UNTL (2021-Juni 2023), yang juga peduli pada lingkungan. Itu terlihat dalam Laman MESCC, dimana José Jerónimo juga meninggalkan sebuah puisi. Berikut kutipan puisi mendiang José Jerónimo dalam bahasa Inggris :
“Even a child knows how valuable the forest is. The fresh, breathtaking smell of trees. Echoing birds flying above that dense magnitude. A stable climate, a sustainable diverse life and a source of culture. Yet, forests and other ecosystems hang in the balance, threatened to become croplands, pasture, and plantations”.
Yang artinya; “Bahkan seorang anak pun tahu betapa berharganya hutan. Aroma pepohonan yang segar dan menakjubkan. Gema kicauan burung yang terbang di atas kebesaran hutan itu. Iklim yang stabil, kehidupan yang beragam dan berkelanjutan, serta sumber budaya. Namun, hutan dan ekosistem lainnya berada dalam kondisi genting, terancam menjadi lahan pertanian, padang rumput, dan perkebunan”.
Mendiang José Jerónimo selama masa hidupnya mendedikasikan hidupnya penuh untuk dunia Pendidikan. Itu terlihat jelas dalam pengalamannya menjadi seorang dosen, Dekan universitas hingga dipercayakan menjabat sebagai Menteri MESCC. Dimana selama menjabat, José Jerónimo memimpin sejumlah inisiatif penting di sektor pendidikan tinggi, termasuk pengesahan Undang-Undang Dasar Pendidikan Tinggi pada 2024 serta mendorong kerja sama internasional guna memperluas akses beasiswa dan program pelatihan bagi mahasiswa dan tenaga teknis Timor-Leste.
Kepulangan Menteri MESCC yang mendadak membuat semua orang termasuk Presiden Republik, Jose Ramos Horta dan Perdana Menteri Xanana Gusmão dan anggota pemerintah lainnya terkejut atas wafatnya salah satu anggota kabinet itu, sebagai kehilangan besar, sekaligus mengenang dedikasi mendiang dalam membangun sektor pendidikan tinggi dan penguatan institusi akademik nasional.

“Ya, saya terkejut menerima informasi tersebut. Ketika seorang yang masih muda tiba-tiba jatuh sakit, ini sungguh menyedihkan. Ini merupakan peristiwa besar yang hari ini dialami Timor-Leste,” kata Presiden Ramos-Horta.
Sementara PM Xanana dalam ucapan belasungkawa menyatakan “ Foi, com enorme surpresa e, em solidariedade com a imensa tristeza da familia enlutada, rejamos a Deus que receba o Dr. José Onório da C. P. Jerónimo no seu reino! Um grande abraço, Ministrol. Descanse em paz, entre os resplendores da luz perpétua! Xanana” (Kutip dari Laman pemerintah).
Dimata orang yang mengenal mendiang José Jerónimo adalah seorang pemimpin yang selalu tersenyum dan telah menjadi teladan yang baik bagi semua karyawan di Kementerian Pendidikan Tinggi.
Menteri José Jerónimo menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Nasional Guido Valadares, Dili, pada 21 April 2026, dan saat ini Jenazah disemayamkan di rumah duka Maubara-Liquisa.
Reporter : Armandina Moniz
Editor : Cancio Ximenes




