iklan

INTERNASIONAL

Konferensi APC, Dubes Dionisio tekankan keberhasilan ekonomi harus didukung stabilitas politik

Konferensi APC, Dubes Dionisio tekankan keberhasilan ekonomi harus didukung stabilitas politik

Perwakilan Tetap Timor-Leste untuk PBB, Duta Besar Dionisio Babo Soares, sedang berpidato pada Konferensi Asia-Pasifik (APC - Asia-Pacific Conference) 2026. Foto Perwakilan TL untuk PBB

DILI, 07 April 2026 (TATOLI) – Perwakilan Tetap Timor-Leste untuk PBB, Duta Besar Dionisio Babo Soares, dalam pidatonya pada Konferensi Asia-Pasifik (APC – Asia-Pacific Conference) 2026 menekankan bahwa keberhasilan ekonomi negara harus didukung oleh stabilitas politik, tata pemerintahan yang baik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi, serta mendukung sistem internasional yang berbasis aturan.

Demikian pernyataan itu disampaikan Duta Besar (Dubes)  Dionisio Babo Soares, saat berpidato di Konferensi Asia-Pasifik 2026 dengan bertema “Mendefinisikan Kembali Peran Asia-Pasifik dalam Tatanan Dunia yang Berubah”, yang diadakan di Harvard Kennedy School di Cambridge, Massachusetts, pada 04 april lalu.

Dalam laman resmi Permanent Mission of Timor-Leste to the United Nations in New York yang diakses Tatoli, Dubes Dionisio  menekankan bahwa tatanan global sedang mengalami pergeseran besar akibat meningkatnya ketegangan geopolitik, perubahan teknologi yang pesat, dan tekanan iklim. Dalam konteks ini, kawasan Asia-Pasifik berada di pusat transformasi global, bukan di pinggirannya.

Sehingga, beliau berpendapat bahwa kerja sama regional sangat penting untuk menjaga stabilitas, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan mendukung sistem internasional yang berbasis aturan.

Duta Besar tersebut juga menyoroti kinerja ekonomi yang kuat di kawasan ini, saling ketergantungan yang mendalam, dan pengaruh yang semakin besar dari ekonomi-ekonomi besar dan berkembang.

Pada saat yang sama, Dubes Dioniso juga menekankan bahwa keberhasilan ekonomi harus didukung oleh stabilitas politik, tata pemerintahan yang baik, dan upaya keamanan bersama—terutama dalam menjaga jalur perdagangan dan mengatasi tantangan bersama seperti ancaman siber, perubahan iklim, dan konflik global melalui dialog dan multilateralisme.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya kerja sama inklusif, khususnya bagi negara-negara kecil dan rentan, dan menyerukan kemitraan regional dan global yang lebih kuat. Beliau menguraikan prioritas utama seperti integrasi ekonomi, stabilitas kelembagaan, kerja sama keamanan, dan kepemimpinan dalam isu-isu global.

Duta Besar mengakhiri pidatonya dengan mendorong para pemimpin masa depan untuk merangkul kerja sama daripada perpecahan dan secara aktif membentuk tatanan dunia yang lebih stabil dan inklusif.

Sementara itu, dalam Diskusi Panel tentang Geopolitik, Duta Besar Dionisio  menyampaikan pandangannya tentang bagaimana Timor-Leste memandang keanggotaannya di ASEAN sebagai komitmen terhadap persatuan regional dan ketahanan bersama di tengah meningkatnya ketidakstabilan global dan persaingan strategis.

Dimana, alih-alih memposisikan diri sebagai aktor dominan, Timor-Leste berupaya memberikan kontribusi yang sederhana terhadap sentralitas ASEAN dengan memperkuat upaya kolektif menuju perdamaian, stabilitas ekonomi, dan kerja sama. Dengan mengambil pelajaran dari pengalamannya sendiri—seperti rekonsiliasi dengan Indonesia dan penyelesaian sengketa secara damai dengan Australia—Timor-Leste menekankan dialog, saling menghormati, dan kepatuhan terhadap hukum internasional sebagai alat penting untuk menjaga stabilitas regional.

“Ke depan, Timor-Leste bercita-cita untuk bertindak sebagai “jangkar netralitas” yang mendorong keseimbangan dan kepercayaan di Asia Tenggara. Negara ini bertujuan untuk mendukung inisiatif pembangunan perdamaian, menjunjung tinggi norma dan kerangka kerja berbasis aturan ASEAN, dan fokus pada kerja sama praktis di bidang-bidang seperti perlindungan lingkungan dan ketahanan pangan. Dengan mengatasi tantangan bersama di luar politik, Timor-Leste berharap dapat memupuk solidaritas dan memperkuat ASEAN sebagai blok yang tangguh dan bersatu yang mampu menghadapi tekanan eksternal sekaligus menjaga perdamaian regional.

Turut hadir dalam konferensi tersebut adalah Duta Besar Timor-Leste untuk Republik Korea, António de Sá Benevides, yang bergabung dalam Panel 3 tentang Kepemimpinan di Asia-Pasifik.

TATOLI

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!