iklan

INTERNASIONAL

2025, Arus transfer uang keluar negeri capai US$109 juta

2025, Arus transfer uang keluar negeri capai US$109 juta

Source foto google

DILI, 23 Maret 2026 (TATOLI)– Bank Sentral Timor-Leste (BCTL) melaporkan bahwa arus transfer  uang di Timor-Leste keluar negeri  pada tahun 2025 mencapai $109 juta, dimana dominasi pengiriman uang keluar  negeri, khususnya ke Indonesia yang mencapai 75%.

“Ini termasuk mereka yang bekerja di sektor swasta, seperti pengrajin yang kita pekerjakan dari Indonesia, kita bayar dan mereka mengirimkan uang  ke luar negeri, dan mereka yang bekerja di sektor publik sebagai konsultan di luar negeri dan kita mengirimkan jasa mereka ke pemerintah asing,” jelas Gubernur BCTL, Helder Lopes dalam presentasinya di CCD, Senin ini.

Selain itu juga menginformasikan remitansi dari pekerja Timor-Leste yang bekerja di luar negeri mencapai $181 juta, atau sekitar 10,3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

“Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan nilai ekspor kopi Timor-Leste yang hanya sebesar $36 juta pada tahun yang sama. Pekerja yang mengirim uang ke dalam negeri kebanyakan berada di Inggris, Australia, dan Korea Selatan,” ucapnya.

Gubernur BCTL menekankan bahwa meskipun remitansi dari pekerja Timor-Leste di luar negeri tetap menjadi kontributor penting bagi ekonomi domestik, arus keluar uang ke Indonesia menunjukkan besarnya ketergantungan terhadap tenaga kerja asing dan investasi lintas negara.

Dalam laporan BCTL juga menegaskan bahwa transfer melalui bank komersial tercatat mencapai $2.123 juta untuk pengiriman keluar, meningkat 8,3 persen dibandingkan 2024. Sementara transfer masuk naik 16,3 persen menjadi $1.059 juta, sehingga saldo bersih transfer masih mengalami defisit $1.064 juta, sedikit lebih tinggi dibandingkan defisit $1.049 juta pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, Money Transfer Operators (MTOs) melaporkan transfer masuk sebesar $238 juta, turun 2,6 persen, dan transfer keluar $186 juta, menurun tipis 0,3 persen. Dari total penerimaan MTO, 65 persen digunakan untuk kepentingan pribadi, sedangkan pengeluaran terbesar kedua berasal dari investasi perusahaan.

Eropa menjadi sumber utama transfer masuk ($115 juta), dengan 39 persen berasal dari Inggris, sedangkan Asia mendominasi transfer keluar (82 persen) yang sebagian besar (75 persen/ $82.14 juta) dikirim oleh warga Indonesia yang bekerja di Timor-Leste.

Secara penggunaan, sebagian besar remitansi masuk digunakan untuk kepentingan keluarga (71 persen), sementara 50 persen pengiriman keluar dialokasikan untuk investasi dan tabungan.

Pada tahun 2025, remitansi masuk ke Timor-Leste tercatat sebesar 181,93 juta dolar AS, dengan kontribusi terbesar berasal dari Inggris 42,3 persen, diikuti oleh Australia 23,8 persen, Korea Selatan 18,2 persen, dan negara lain sebanyak 15,8 persen.

Secara singkat, remitansi keluar dari Timor-Leste mencapai 109,10 juta dolar AS, didominasi oleh pengiriman ke Indonesia 75,3 persen, disusul oleh negara lain 19,6 persen, Inggris 3 persen, dan Australia 2,1 persen. Data ini menunjukkan bahwa aliran uang dari pekerja Timor-Leste di luar negeri signifikan, sementara sebagian besar pengiriman keluar negara ditujukan ke Indonesia, mencerminkan dominasi arus keuangan lintas negara di kawasan regional.

Berikut laporan tren Remitansi Lima Tahun Terakhir yaitu :

  • Remitansi Masuk mulai dari tahun 2021 – $145,21 juta, 2022 – $141,14 juta, 2023 – $188,13 juta, 2024 – $211,56 juta dan pada tahun 2025 – $181,93 juta
  • Remitansi Keluar mulai dari tahun 2021 – $96,22 juta, 2022 – $121,08 juta, 2023 – $184,92 juta, 2024 – $103,84 juta dan pada tahun 2025 – $109,10 juta 

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!