DILI, 12 Maret 2026 (TATOLI) – Pemerintah Timor-Leste meluncurkan Edisi Ketiga Program Pemimpin Muda ASEAN (FLBA – Futuru Líder Ba ASEAN), sebuah inisiatif strategis untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan mempersiapkan generasi muda Timor-Leste sebagai pemimpin masa depan yang berkontribusi pada pembangunan nasional serta integrasi negara ke dalam ASEAN.
Program nasional ini sepenuhnya didanai oleh Pemerintah dan diselenggarakan di bawah koordinasi Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama (MNEC), dengan durasi 12 bulan yang mencakup pelatihan kepemimpinan, pengalaman imersif di negara anggota ASEAN, serta proyek pembelajaran terapan untuk pengembangan strategi nasional.
Acara peluncuran dipimpin oleh Wakil Menteri Urusan ASEAN, Milena Rangel, dan Menteri Pemuda, Olahraga, Seni, dan Budaya, Nelyo Isaac, serta dihadiri oleh sejumlah anggota Pemerintah, mitra pembangunan, dan alumni FLBA dari dua edisi sebelumnya.
Berita terkait : FLBA kirim pemimpin muda ke lima negara ASEAN, perkuat diplomasi dan kepemimpinan
Wakil Menteri Milena Rangel menekankan bahwa program ini merupakan komitmen bersama untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan institusi, dua pilar penting bagi kemajuan nasional dan regional.
Menurutnya, komitmen ini semakin krusial mengingat Timor-Leste baru menjadi anggota ASEAN pada tahun lalu dan terus membangun kapasitas institusional serta manusia untuk berpartisipasi secara penuh dalam mekanisme organisasi regional.
“Bagi Timor-Leste, komitmen ini sangat penting seiring kami bergerak menuju integrasi penuh di ASEAN dan mempersiapkan diri untuk memimpin organisasi ini pada 2029,” ujar Milena Rangel di aula CNE, Kamis ini.
Program FLBA telah berhasil membentuk 175 pemimpin muda pada dua edisi sebelumnya. Pada edisi ketiga ini, sebanyak 120 peserta terpilih dari berbagai sektor dan kabupaten, dengan keseimbangan representasi antara laki-laki dan perempuan.
Rangel menambahkan, format tahun ini lebih partisipatif dengan fokus pada empat bidang prioritas yaitu, kewirausahaan, kesehatan masyarakat, reformasi pendidikan dalam konteks ASEAN, dan ekonomi hijau.
“Bidang-bidang ini mencerminkan tantangan regional yang relevan dan prioritas kebijakan ASEAN, serta mendukung penguatan kompetensi kepemimpinan, komunikasi, kerja sama regional, dan inovasi,” jelasnya.
Selain itu, MNEC, di bawah kepemimpinan Menteri Bendito Freitas, memainkan peran penting dalam pengembangan modul pelatihan yang selaras dengan standar ASEAN.
Berita terkait : Pemerintah meluncurkan program FLBA tahap kedua
Milena Rangel juga menyampaikan terima kasih kepada negara anggota ASEAN, mitra pembangunan, dan lembaga internasional, termasuk Bank Dunia, atas dukungan berkelanjutan terhadap program dan proses pengembangan pemimpin muda Timor-Leste.
Acara hari ini juga menandai penutupan tahap kedua dari edisi sebelumnya, dengan presentasi lima buku putih strategis hasil 16 proyek pembelajaran praktik yang berfokus pada prioritas pembangunan nasional.
Sejak diluncurkan pada 2024, FLBA telah menjadi fondasi bagi pembentukan pemimpin muda Timor-Leste, mempersiapkan mereka untuk berpartisipasi dalam struktur dan inisiatif ASEAN, serta memperkuat kapasitas nasional menjelang kepemimpinan Timor-Leste di ASEAN pada 2029.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




