iklan

POLITIK, HEADLINE

FLBA kirim pemimpin muda ke lima negara ASEAN, perkuat diplomasi dan kepemimpinan

FLBA kirim pemimpin muda ke lima negara ASEAN, perkuat diplomasi dan kepemimpinan

Peserta FLBA foto bersama Duta Besar Timor-Leste di Brunei Darussalam, Abel Guterres. Foto MNEC

DILI, 25 Juni 2025 (TATOLI)– Lima tim pemimpin muda dari program Futuru Lider ba ASEAN (FLBA) resmi diberangkatkan ke lima negara ASEAN yaitu, Kamboja, Indonesia, Brunei Darussalam, Filipina, dan Vietnam dalam gelombang pertama Program FLBA Immersion Trip.

Dalam surat siaran pers dijelaskan empat tim lainnya dijadwalkan menyusul pada awal dan akhir Juli ke Singapura, Thailand, Republik Demokratik Rakyat Laos, dan Malaysia.

Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Timor-Leste melalui Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama (MNEC), yang dipimpin oleh Menteri Bendito dos Santos Freitas dan Wakil Menteri Milena Rangel, untuk mempersiapkan generasi pemimpin baru yang mampu berkontribusi secara strategis dalam kerangka kerja sama regional ASEAN.

Berita terkait : Pemerintah meluncurkan program FLBA tahap kedua

Selama sepuluh hari, para peserta akan menjalani pengalaman intensif di negara tujuan, berinteraksi langsung dengan pejabat pemerintah, pemimpin bisnis, akademisi, wirausahawan, serta komunitas diaspora Timor-Leste.

Kegiatan seperti dialog kebijakan, kunjungan ke perusahaan dan lembaga publik, hingga tantangan berbasis tim dirancang untuk mengasah keterampilan kepemimpinan, komunikasi lintas budaya, pemikiran strategis, serta kemampuan memecahkan masalah secara kolaboratif.

Salah satu peserta FLBA, Isac Mendes, menilai pengalaman ini sangat penting karena bisa menambah pengetahuan, mendapatkan pengalaman baru, dan menciptakan koneksi dengan orang lain yang memiliki pengalaman berbeda.

“Saya senang dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini. Selama 10 hari kami mengunjungi lembaga publik dan swasta. Kami akan membicarakan tentang bagaimana mereka mengembangkan tanah mereka. Tujuannya untuk mengetahui bagaimana strategi mereka untuk perubahan di negara mereka sehingga dapat menjadi referensi untuk melihat pembangunan nasional kita,” jelas Isac Mendes pada Tatoli secara daring, rabu ini.

Ia menjelaskan setiap peserta FLBA datang dari latar belakang dan karakter yang berbeda sehingga bisa belajar menghadapi tantangan bersama, berbagi tugas, dan membangun koordinasi yang akan memperkuat keterampilan masing-masing untuk bekerja dalam situasi nyata.

Setiap tim FLBA terdiri dari peserta lintas sektor dari pemerintahan, sektor swasta, masyarakat sipil, akademisi, hingga organisasi pemuda yang dipilih dengan prinsip keseimbangan gender dan representasi geografis dari seluruh kotamadya. Ini memastikan program menjadi wadah inklusif untuk pertukaran gagasan dan pembelajaran lintas latar belakang.

Kedutaan besar Timor-Leste di negara-negara ASEAN turut memainkan peran penting dalam mendukung kelancaran program. Mereka membantu mengoordinasikan pertemuan strategis, memberikan pembekalan budaya dan etika profesional, serta memperkuat posisi diplomatik Timor-Leste di kawasan.

Program ini juga memiliki komponen tindak lanjut. Setiap tim diwajibkan menyusun laporan hasil kunjungan berisi temuan, kontak yang dijalin, serta rekomendasi konkrit untuk mendukung proses integrasi Timor-Leste ke ASEAN.

Berita terkait : FLBA paparkan hasil kunjungan ke delapan negara kepada MNEK

Tim terbaik yang menunjukkan kepemimpinan dan kolaborasi efektif akan menerima Sertifikasi FLBA, sebuah pengakuan resmi sebagai calon pemimpin regional masa depan.

Dengan rencana bergabung secara resmi ke ASEAN pada Oktober 2025, Timor-Leste terus memperkuat kapasitas kepemimpinan muda melalui inisiatif seperti FLBA.

Program ini tidak hanya membangun fondasi kerja sama diplomatik dan ekonomi, tetapi juga membentuk kader pemimpin masa depan yang mampu membawa Timor-Leste lebih aktif di kancah regional.

Reporter  : Cidalia Fátima

Editor      : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!