iklan

EKONOMI

ANC setujui akuisisi 57,06% saham ETO di Timor Telecom S.A

ANC setujui akuisisi 57,06% saham ETO di Timor Telecom S.A

Foto spesial

DILI, 25 Februari 2026 (TATOLI) — Pemerintah melalui Otoritas Komunikasi Nasional (ANC) telah memutuskan dan menyetujui akuisisi 57,06% saham Perusahaan Esperansa Timor Oan, Lda (ETO), sehingga ETO menjadi pemegang saham mayoritas pada operator telekomunikasi Timor Telecom S.A.

Ketua Otoritas Komunikasi Nasional, Flávio Cardoso Neves, mengatakan dalam siaran pers bahwa proses akuisisi saham mayoritas sebesar 57,06% di perusahaan ETO akan dipimpin oleh ETO, bekerja sama dalam satu paket dengan empat perusahaan, yakni Fundação Oriente, PT. Partisipasaun SGPS, S.A, Hari’i Sosiedade Dezenvolvimentu Timor-Leste, SGPS, S.A dan Portugál Telecom International Finance.

“Berdasarkan persentase akuisisi di operator Timor Telecom, kepemilikan ETO lebih tinggi dibandingkan Pemerintah yang hanya memiliki 20,5%, Vodatel Macau sebesar 16%, dan manajer Júlio Alvaro sebesar 4%. Dengan demikian, mulai sekarang ETO akan menjadi pemegang kendali mayoritas karena telah membeli saham dari perusahaan sebelumnya OI Brasil,” kata Ketua ANC kepada TATOLI, di kantornya di Caicoli, Rabu ini.

Ia menjelaskan bahwa proses akuisisi harus melalui persetujuan ANC sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan No. 15/2012 sebagaimana diubah dengan amandemen No. 31/2024, yang menyatakan bahwa setiap akuisisi di atas 10 juta dolar AS harus mendapat persetujuan ANC.

“Oleh karena itu, ANC juga berkonsultasi dengan pihak-pihak terkait seperti Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan dan Komunikasi, serta tiga operator jaringan seluler (MNO), yaitu Telemor, Timor Telecom, dan Telkomcel. Proses akuisisi ini tetap mengikuti prinsip persaingan bebas di pasar dan liberalisasi sektor telekomunikasi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa berdasarkan hasil konsultasi publik, tidak ditemukan keberatan karena proses tersebut bersifat komersial dan menjadi kompetensi perusahaan-perusahaan terkait. Pada 23 Februari, Dewan Administrasi mengadakan rapat untuk menyetujui dan memutuskan ETO bersama para mitranya sebagai pemegang saham Timor Telecom.

“Alasan perusahaan menjual saham kepada ETO serta nilai transaksinya merupakan urusan komersial antarperusahaan. Sementara itu, ANC sebagai badan pengatur hanya memfasilitasi proses persetujuan pemerintah terhadap operator telekomunikasi yang mengajukan permohonan,” jelasnya.

Ia mengakui bahwa proses untuk mencapai tahap ini tidak mudah karena tetap menjunjung prinsip persaingan bebas. Namun, ETO menunjukkan inisiatif serius untuk menyelesaikan dan memperoleh akuisisi tersebut. Selanjutnya, ETO akan menyusun rencana jangka pendek yang akan diajukan kepada ANC untuk meninjau mekanisme persiapan inovasi, tanpa memengaruhi operasional, melainkan pada tingkat manajemen.

“Dengan perubahan ini, kami percaya keterlibatan Timor-Leste di sektor telekomunikasi dapat memberikan manfaat yang baik bagi masyarakat dan memajukan sektor ini,” katanya.

Reporter : Alexandra da Costa (Penerjemah: Cidalia Fátima)

Editor     :  Armandina Moniz

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!