DILI, 21 Februari 2026 (TATOLI) — Presiden Republik dan Peraih Nobel Perdamaian, José Ramos-Horta, melakukan kunjungan kerja resmi ke Jenewa, Swiss dan Paris, Perancis, pada Sabtu (21/02). Kepala Negara Timor-Leste itu akan berada dii dua negara tersebut pada tanggal 22 hingga 25 Februari 2026.
Berdasarkan siaran pers dari Istana Kepresidenan Republik yang diakses Tatoli, disebutkan bahwa kunjungan resmi Presiden Republik ini untuk menunjukkan komitmen kuat Timor-Leste terhadap multilateralisme dan hak asasi manusia untuk terus memperkuat hubungan bilateral dengan Republik Perancis.
Menurut agenda, pada tanggal 23 Februari 2026, Presiden Ramos-Horta akan menyampaikan pidato utama pada sesi ke-61 Forum Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa.
Presiden Republik juga diagendakan akan bertemu dengan Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Volker Türk, dan dengan Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dimana pertemuan itu untuk menegaskan kembali komitmen Timor-Leste untuk mempromosikan ketahanan kesehatan masyarakat global.
Selain itu, sebagai isyarat upaya diplomasi, Perwakilan Tetap Timor-Leste di Jenewa akan menyelenggarakan acara lunch, yang mempertemukan perwakilan ASEAN dan Komunitas Negara-Negara Berbahasa Portugis (CPLP), bersama dengan para pejabat dan sahabat Timor-Leste lainnya yang berpartisipasi dalam sesi forum Dewan Hak Asasi Manusia.
Kunjungan ini juga akan mencakup dinner dengan kepala delegasi Komunitas Negara-Negara Berbahasa Portugis (CPLP).
Setelah menyelesaikan komitmennya di Swiss, Presiden Ramos-Horta akan melakukan perjalanan ke Paris, Perancis untuk kunjungan kerja resmi pada tanggal 24 Februari dan akan bertemu dengan Presiden Perancis, Emmanuel Macron di Istana Élysée pada Rabu (25/02).
Diskusi-diskusi antara dua kepala negara itu akan berfokus pada penguatan kerja sama bilateral dan mengatasi tantangan global bersama, termasuk aksi iklim dan diplomasi budaya.
“Di Jenewa, kita kembali pada kesadaran moral dunia, dimana Perserikatan Bangsa-Bangsa, untuk menegaskan bahwa martabat manusia bukanlah kemewahan tetapi fondasi perdamaian. Pertemuan saya di Dewan Hak Asasi Manusia dan dengan WHO merupakan kelanjutan dari keyakinan kita bahwa dunia yang adil adalah dunia yang ramah dan bebas,” kata Presiden Ramos-Horta.
Di Paris, Presiden Ramos-Horta akan bertemu dengan Presiden Macron dan ini akan menjadi kesempatan untuk memperdalam persahabatan antara Timor-Leste dan Paris atau kedua republik tersebut dan untuk mengeksplorasi batas-batas baru dalam kerja sama.
“Timor-Leste mungkin kecil secara geografis, tetapi kami tidak memiliki batasan dalam komitmen kami terhadap negara-negara lainnya,” katanya.
Presiden Ramos-Horta dijadwalkan mengakhiri kunjungan kerja resmi di Paris pada tanggal 25 Februari dan akan kembali ke Dili, Timor-Leste pada tanggal 27 Februari 2026.
TATOLI




