DILI, 16 Februari 2026 (TATOLI) – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres, menyerukan komitmen bersama untuk membangun masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan dalam pesan resminya menyambut Tahun Baru Imlek yang dirayakan pada 17 Februari 2026.
Dalam pesannya, António Guterres menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Imlek kepada seluruh masyarakat yang merayakan, seraya menekankan makna simbolis Tahun Kuda Api pada 2026.
“Saat kita menyambut Tahun Kuda, kita merayakan simbol energi, kesuksesan, dan keberanian untuk terus maju, kualitas yang sangat dibutuhkan dunia kita saat kita menghadapi konflik, ketidaksetaraan, dan krisis iklim,” ujar António Guterres dalam laman resmi PBB, yang diakses Tatoli.
Ia menegaskan bahwa musim pembaharuan ini menjadi pengingat bahwa melalui kerja sama dan solidaritas, masyarakat global dapat membangun masa depan yang lebih aman dan inklusif.
“Mari kita terus memajukan komitmen bersama kita terhadap perdamaian, martabat, dan pembangunan berkelanjutan untuk semua,” katanya.
Sekjen PBB itu juga berharap semangat Kuda membawa kesehatan, kebahagiaan, dan kemakmuran bagi seluruh masyarakat di berbagai belahan dunia.
Melalui semangat pembaharuan yang diangkat dalam pesan PBB, perayaan Imlek 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat solidaritas, toleransi, dan komitmen bersama dalam menghadapi tantangan global menuju masa depan yang lebih inklusif.

Tahun Baru Imlek, atau Festival Musim Semi (Chūn Jié), merupakan perayaan terpenting dalam budaya Tionghoa yang telah berlangsung lebih dari 3.000 tahun.
Perayaan ini mengikuti kalender lunar, sehingga tanggalnya berubah setiap tahun dan biasanya jatuh antara 21 Januari hingga 20 Februari.
Pada 2026, Imlek jatuh pada 17 Februari dan menandai Tahun Kuda dengan elemen Api. Dalam kepercayaan Tionghoa, Kuda melambangkan energi, kebebasan, semangat, dan keberanian, sementara elemen Api mencerminkan gairah, transformasi, dan dinamika.
Tahun Kuda Api kerap dipandang sebagai tahun yang penuh pergerakan cepat dan peluang besar, namun juga menuntut kebijaksanaan serta pengendalian diri agar tidak bertindak gegabah.
Selain di Tiongkok, Imlek dirayakan secara luas di berbagai negara Asia, termasuk Indonesia, Singapura, Malaysia, Vietnam (Tết), serta Timor-Leste.
Di Timor-Leste, pemerintah menetapkan 17 dan 18 Februari 2026 sebagai cuti opsional bagi pejabat, agen, dan karyawan yang bekerja di layanan administrasi langsung maupun tidak langsung Negara, melalui Peraturan Perdana Menteri No. /PM/II/2026.
Penetapan ini mempertimbangkan pentingnya perayaan Imlek bagi komunitas Tionghoa yang telah hadir selama beberapa abad di Timor-Leste dan memiliki kontribusi signifikan secara ekonomi dan sosial.
Selain itu, 18 Februari 2026 juga bertepatan dengan peringatan Rabu Abu bagi umat Katolik, sehingga pemerintah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengikuti perayaan keagamaan dan berkumpul bersama keluarga.
Namun demikian, layanan publik yang karena sifat tugasnya harus tetap beroperasi selama periode tersebut tetap menjalankan tugasnya guna menjamin kesinambungan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




