DILI, 10 Februari 2026 (TATOLI) – Malaysian Resources Corporation Berhad (MRCB) menyatakan minatnya untuk melakukan investasi jangka panjang di Timor-Leste, terutama di sektor konstruksi.
Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan delegasi MRCB dengan Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmão yang didampingi anggota Pemerintah terkait di Kantor Pemerintah Dili, Selasa ini yang juga dihadiri oleh Duta Besar Malaysia untuk Timor-Leste, Dato’ Amarjit Sarjit Singh.
Usai pertemuan, kepada media Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmão mengatakan, kedatangan delegasi MRCB menjadi kesempatan penting untuk menjajaki berbagai peluang investasi yang dapat mendukung pembangunan nasional, khususnya di bidang konstruksi dan sektor terkait lainnya.

“Hari ini kami menerima delegasi dari Malaysian Resources Corporation Berhad yang tertarik untuk berinvestasi di Timor. Ada juga kementerian terkait yang berpartisipasi, guna secara bertahap menemukan bentuk kontribusi dan investasi yang dapat mereka lakukan,” ujar Perdana Menteri.
Perdana Menteri menambahkan, investasi ini juga akan membuka ruang kerja sama bilateral antara Timor-Leste dan Malaysia, sekaligus memperkuat peluang bagi investor asing seiring dengan proses Timor-Leste menuju keanggotaan penuh ASEAN.
Sementara itu, Perwakilan MRCB, Datuk Imran Salim, menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan bertemu Perdana Menteri dan membahas rencana investasi di Timor-Leste.
“Saya pikir kami memiliki diskusi yang sangat produktif hari ini, yang menghasilkan pemahaman yang baik. Kami berharap partisipasi kami di Timor-Leste dapat berlangsung lama dan semakin kuat di masa depan,” ungkapnya.
Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh kalangan Menteri dari Kementerian Keuangan, Kementerian Investasi dan Perencanaan Strategis, Kementerian Perdagangan dan Industri, serta Kementerian Perminyakan dan Sumber Daya Mineral.
Delegasi Pemerintah dan MRCB sepakat untuk melanjutkan dialog guna merinci proyek-proyek yang potensial dan menjajaki langkah-langkah konkret dalam waktu dekat.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




