DILI, 10 Februari 2026 (TATOLI) — Selama sepuluh tahun terakhir, Blue Ventures Timor-Leste (BVTL) berhasil memberdayakan tujuh daerah pesisir melalui pembentukan Area Laut yang Dikelola Secara Lokal (LMMA), dengan memperkuat kepemimpinan komunitas, serta mendorong konservasi laut berkelanjutan di berbagai kotamadya di Timor-Leste.
Perayaan satu dekade BVTL yang mengusung tema “10 Tahun Upaya Kolektif untuk Membangun Komunitas Pesisir yang Tangguh demi Konservasi Laut Berkelanjutan” digelar pada 10–11 Februari 2026 di Fundação Oriente, Dili.
Direktur Nasional BVTL, Bernardete da Fonseca, mengatakan perjalanan organisasi tersebut dimulai dari dukungan terhadap ekspedisi kelautan dan ekowisata di Pulau Ataúro.
“Sepuluh tahun lalu kami memulai dengan keyakinan bahwa masyarakat pesisir dapat menjadi yang terkuat dalam menghadapi lautan ketika mereka diberdayakan dan didukung,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan konservasi yang diterapkan BVTL mengalami pergeseran dari model top-down menjadi kepemimpinan lokal berbasis budaya Tara Bandu dan data yang dikelola komunitas.
“Kami tidak hanya melihat proyek, tetapi perubahan nyata. Terumbu karang mulai pulih, perikanan bangkit kembali, dan keluarga pesisir memperoleh peluang ekonomi baru. Konservasi dilakukan bersama dan oleh masyarakat,” katanya.
Komandan Komponen Angkatan Laut F-FDTL, Komodor Higino da Neves, turut mengapresiasi kontribusi BVTL dalam memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga laut.
“Sebagai negara kepulauan, laut adalah masa depan kita. Kami mendukung 100 persen kegiatan Blue Ventures karena membantu masyarakat memahami pentingnya melindungi terumbu karang dan keanekaragaman hayati laut,” ungkapnya.
Dalam kurun waktu sepuluh tahun, BVTL telah mendirikan tujuh LMMA di Dili (Hera dan Ataúro), Manatuto (Ilimano), Manufahi (Betano), serta Ainaro (Foho-Ailico/Hatu-Udo). Sebanyak 3.468 rumah tangga memperoleh manfaat dari program konservasi dan keberlanjutan mata pencaharian.
Selain itu, 12 kelompok pinjaman dengan total dana US$15.478 dibentuk untuk mendukung inklusi keuangan masyarakat pesisir. BVTL juga mencatat 12.212 kilogram hasil tangkapan ikan melalui sistem data komunitas yang digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan di tingkat lokal.
Rangkaian kegiatan peringatan meliputi peluncuran pameran fotografi “Oceans Through Our Eyes”, dialog strategis melalui talk show OCEAN tentang ketahanan komunitas pesisir dan pengelolaan perikanan berkelanjutan, serta program edukasi siswa di Hera bertema “Penjaga Muda Lautan”.
Acara ini turut dihadiri para diplomat yang bertugas di Timor-Leste, Utusan Khusus Adão Barbosa selaku Duta Besar untuk Perubahan Iklim dan Presiden Negara-Negara Kurang Berkembang (LDC), serta berbagai mitra pembangunan.
BVTL menilai integrasi antara sains dan tradisi lokal seperti Tara Bandu menjadi kunci keberhasilan konservasi, sekaligus mendukung komitmen global 30×30 untuk melindungi 30 persen wilayah laut pada tahun 2030.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




