DILI, 21 Januari 2026 (TATOLI) — Pemerintah Timor-Leste mematangkan persiapan partisipasi dalam agenda ASEAN yang akan digelar di Cebu, Filipina, melalui presentasi Wakil Menteri Urusan ASEAN, Milena Maria da Costa Rangel, kepada Dewan Menteri.
Dalam rapat tersebut, Wakil Menteri ASEAN memaparkan keikutsertaan Timor-Leste dalam Pertemuan Pejabat Senior ASEAN 2026 (ASEAN SOM) yang dijadwalkan pada 28 Januari 2026, serta Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM Retreat) pada 29 Januari 2026, dengan tema “Menavigasi Masa Depan Kita, Bersama”.
Milena Rangel menjelaskan bahwa presentasi ini merupakan bagian dari keputusan rapat antar-menteri Timor-Leste yang dipimpin oleh Perdana Menteri pada 04 Desember 2025. Keputusan tersebut mewajibkan setiap anggota Pemerintah yang akan menghadiri pertemuan ASEAN untuk menyampaikan posisi dan kepentingan nasional Timor-Leste di tingkat regional.
“Kementerian Luar Negeri hari ini baru menyampaikan presentasi karena saya dan Menteri akan menghadiri pertemuan di Filipina. Seperti minggu lalu, beberapa kementerian lain, termasuk MCI dan MTK, juga telah menyampaikan presentasi mereka,” ujar Wakil Menteri ASEAN di Kantor Pemerintah.
Ia menambahkan bahwa mekanisme koordinasi antar-kementerian ini merupakan praktik normal untuk mendukung agenda utama ASEAN sesuai bidang tematik yang diikuti Timor-Leste, khususnya terkait prioritas Kepresidenan ASEAN Filipina tahun 2026 serta tindak lanjut terhadap sejumlah agenda yang belum terselesaikan dalam dokumen Visi ASEAN yang baru.
“Biasanya, keikutsertaan anggota Pemerintah dalam pertemuan ASEAN juga membuka ruang untuk menarik investor dan menciptakan kerja sama yang lebih baik di masa depan,” katanya.
Berdasarkan dokumen resmi, presentasi tersebut berfokus pada tema-tema utama yang akan dibahas dalam ASEAN SOM dan AMM Retreat, dengan menyoroti prioritas Kepresidenan ASEAN Filipina 2026, tindak lanjut keputusan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN terbaru, serta analisis hubungan eksternal organisasi.
Selain itu, turut dibahas berbagai isu regional dan internasional yang berdampak pada perdamaian, keamanan, dan stabilitas kawasan.
Terkait Timor-Leste, ditekankan bahwa kedua pertemuan tersebut memiliki relevansi penting dalam konteks pasca-aksesi ASEAN, yang menandai transisi negara menuju partisipasi penuh dan aktif dalam organisasi regional tersebut.
Komitmen Pemerintah untuk memastikan integrasi yang harmonis di ASEAN juga menjadi perhatian, antara lain melalui penguatan koordinasi kelembagaan, persiapan mekanisme nasional, serta keterlibatan konstruktif dalam proses politik, keamanan, dan diplomasi di tingkat regional.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




