DILI, 21 Januari 2026 (TATOLI) – Pengadilan Distrik Nara di Jepang barat menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Yamagami Tetsuya, terdakwa penembak mati mantan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe di Kota Nara, Jepang pada 08 Juli 2022.
Dikutip Tatoli dari media NHK World Jepang, Pengadilan Distrik Nara menyampaikan putusannya pada hari Rabu (21/01) pukul 13.30 waktu setempat.
Yamagami, 45 tahun, didakwa menggunakan senjata rakitan untuk menembak mati Shinzo Abe, yang sedang berbicara di sebuah acara politik terbuka di Kota Nara pada 8 Juli 2022.
Yamagami mengatakan bahwa ia menganggap Abe sebagai penghubung utama antara dunia politik dan kelompok agama yang dikenal luas sebagai Gereja Unifikasi, yang kepadanya ibunya telah memberikan sejumlah besar uang.
Berita terkait : Mantan PM Jepang wafat, Presiden Horta sampaikan belasungkawa
Ia mengatakan bahwa sumbangan ibunya telah membawa keluarga mereka ke ambang kehancuran finansial.
Jaksa menuntut hukuman seumur hidup
Sementara itu, putusan Pengadilan tidak jauh dari tuntutan Jaksa penuntut umum. Dimana, dalam persidangan Jaksa menuntut hukuman penjara seumur hidup. Mereka mengatakan bahwa keadaan dalam kehidupan terdakwa memiliki pengaruh yang sangat terbatas terhadap tindakannya.

Namun, pengacara Yamagami menginginkan hukuman penjara tidak lebih dari 20 tahun. Mereka mengatakan bahwa ia (terdakwa) adalah korban “pelecehan terkait agama” yang pantas mendapatkan kesempatan untuk direhabilitasi. Dan mereka mengatakan bahwa ia adalah seseorang yang putus asa setelah kehilangan masa depannya.
Berita terkait : Menteri Adaljiza wakili Pemerintah Timor-Leste hadiri Pemakaman Kenegaraan Shinzo Abe
Persidangan dimulai pada 28 Oktober tahun lalu. Yamagami mengakui semua tuduhan, termasuk pembunuhan, pada hari pertama. Pengacara pembelanya, yang meminta hukuman yang lebih ringan, mengatakan bahwa ia tidak akan membantah fakta-fakta tersebut.
Sementara itu, dalam laman CNN, Putusan pengadilan tersebut mengakhiri persidangan selama bertahun-tahun atas pembunuhan yang mengejutkan Jepang – di mana kekerasan bersenjata jarang terjadi dan menyoroti sebuah sekte agama yang berpengaruh.
Tetsuya Yamagami menembak Shinzo Abe di siang bolong dengan senjata yang ia buat sendiri di rumah, saat mantan pemimpin itu sedang berpidato kampanye di sebuah jalan di kota Nara, Jepang barat, pada tahun 2022.
Shinzo Abe sendiri telah mengundurkan diri sebagai perdana menteri pada tahun 2020 karena alasan kesehatan. Namun, ia masih aktif secara politik dan memiliki pengaruh yang sangat besar sebagai perdana menteri terlama di Jepang.
Berita terkait : Shinzo Abe wafat, PM Taur : Hari yang sedih bagi negara Asia Pasifik
Shinzo Abe, yang masa jabatannya sebagai perdana menteri dianggap sebagai periode stabilitas politik terakhir Jepang, menjabat dari tahun 2006 hingga 2007 dan kembali dari tahun 2012 hingga 2020. Selama dua masa jabatannya, ia mengubah postur keamanan Jepang.
Pembunuhannya mengejutkan Jepang, yang memiliki salah satu tingkat kejahatan senjata api terendah di dunia karena undang-undang senjata apinya yang ketat.
Dikutip dari NHK World dan CNN




