iklan

KESEHATAN, HEADLINE

Kemenkes pastikan program ber-Wolbachia dapat mengurangi DBD di Timor-Leste

Kemenkes pastikan program ber-Wolbachia dapat mengurangi DBD di Timor-Leste

Nyamuk ber-Wolbachia yang disiapkan untuk dilepaskan. Foto Dokumen Tatoli/Felicidade Ximenes

DILI, 13 Januari 2026 (TATOLI)— Wakil Menteri urusan Penguatan Institusional Kesehatan, José  dos Reis Magno, mengatakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan implementasi program Wolbachia dapat mengurangi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Timor-Leste, karena  strategi ini merupakan upaya Pemerintah untuk membebaskan masyarakat dari penyakit demam berdarah.

“Mengenai keberhasilan program Wolbachia hingga saat ini belum dapat diketahui, karena pelepasan nyamuk ber- Wolbachia terakhir dilakukan  pada Desember 2025. Namun kami menjamin bahwa program ber-Wolbachia dapat mengurangi penyakit demam berdarah di Timor-Leste,” kata Jose dos Reis kepada wartawan di Kementerian Kesehatan, Caicoli, hari ini.

Dia mengatakan, pencapaiannya belum bisa diketahui, tetapi ada beberapa tuntutan dari masyarakat ketika angka kasus DBD menurun. Jadi, harapannya penurunan infeksi demam berdarah harus lebih sedikit karena ini adalah harapan semua orang serta strategi lain yang dilakukan Pemerintah untuk masyarakat, tetapi setahun kemudian baru kita bisa mengetahui implikasinya.

Berita terkait : Program ber-Wolbachia : Kemenkes – Menzies telah lepas 56 ribu nyamuk di Dili

“Di Indonesia sendiri mereka menerapkan ini dan Australia juga menerapkan program ber- Wolbachia.  Yang mana di banyak negara termasuk Laos juga menerapkan program tersebut. Jadi, kami berharap dengan strategi ini kita dapat mengurangi masalah lain yang tidak kita duga,” katanya.

Ia menginformasikan, Kementerian Kesehatan telah melakukan studi yang dilakukan sangat lama oleh sebuah universitas besar di Melbourne, Australia untuk mendukung Timor-Leste dalam program ini.

“Mereka memberi kami dukungan, agar kami dapat melihat hal-hal ini karena mereka memiliki unit epidemiologi untuk melakukan penelitian ini dengan sangat baik. Mereka tidak meminta apa pun dari kita, tetapi hanya menawarkan dukungan kepada kita sebagai negara tetangga,” ungkap Jose dos Reis.

Sebelumnya, pada 23 September 2025 lalu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan  Menzies melalui program ber-Wolbachia telah melepaskan 56.000  nyamuk di wilayah berisiko Demam Berdarah Dengue (DBD) di Dili.

Manajer Proyek Wolbachia Menzies di Timor-Leste, Maria Assunção Gama, menjelaskan bahwa lebih dari 56.000 nyamuk telah dilepaskan sejak 11 Agustus lalu.

“Sejak 11 Agustus lalu, kami telah melepaskan lebih dari 56.000 ekor nyamuk,” ujar Manajer Proyek itu kepada wartawan di Pusat Konvensi Dili (CCD), Selasa ini.

Berita terkait : Luncurkan program ber-Wolbachia, Kemenkes – Menzies lepas 2.000 nyamuk di Dili

Ia menyebutkan bahwa, 32 tim membawa 51 kapsul, tergantung pada area risiko yang ada, karena setiap lokasi menyisakan beberapa kapsul, tetapi setiap kapsul berisi 200 ekor nyamuk, atau mungkin kurang.

“Metode ber-Wolbachia merupakan metode pelengkap, jadi sekarang kami memiliki waktu tujuh minggu, dan tim telah pergi ke tempat-tempat yang telah ditentukan untuk melepaskan nyamuk, dari hari Senin hingga Jumat setiap minggunya,” ujarnya.

Perlu diketahui bahwa, Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Menzies Timor-Leste dan World Mosquito Program (WMP), secara resmi meluncurkan Program ber-Wolbachia pada 08 Agustus 2025  di Taman Largo de Lecidere.

Sementara itu, Metode Wolbachia merupakan strategi inovatif untuk mengendalikan penyakit yang ditularkan nyamuk seperti demam berdarah, Zika, dan chikungunya. Metode ini melibatkan pelepasan nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi bakteri Wolbachia, yang mencegah virus ini berkembang dan menular.

Metode Wolbachia telah diterapkan di beberapa kota di Brasil dan di seluruh dunia, dengan hasil positif dalam mengurangi kejadian demam berdarah dan arbovirus lainnya.

Metode Wolbachia merupakan pendekatan yang menjanjikan untuk mengendalikan penyakit yang ditularkan nyamuk, dengan memanfaatkan alam itu sendiri untuk melindungi masyarakat.

TATOLI

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!