DILI, 10 Januari 2026 (TATOLI) – Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão menyoroti pentingnya sistem irigasi modern baru untuk meningkatkan produksi beras nasional dan mengurangi impor dari luar negeri.
Pernyataan tersebut disampaikan PM Xanana di sela-sela acara peluncuran proyek irigasi modern di Laivai, Lautém, pada Jumat (09/01).
Sistem irigasi baru ini akan memasok air ke sawah dengan luas 500 hektar desa Ililai dan Euquisi, Pos administratif Lautém, kotamadya Lautém. Dimana, infrastruktur ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk memodernisasi pertanian dan memperkuat ketahanan pangan.
Dalam sambutannya pada acara peluncuran tersebut, PM Xanana mendesak para petani untuk merawat infrastruktur dengan baik guna memastikan keberlanjutan penggunaannya dan memaksimalkan manfaat bagi produksi pertanian.
“Pada tahun 2028, kami bermaksud meresmikan infrastruktur baru semacam ini untuk lebih meningkatkan produksi pangan dan secara bertahap mengurangi impor beras dari luar negeri,” kata PM Xanana Gusmão dalam pernyataan yang diakses Tatoli dari laman resmi pemerintah.
Perdana Menteri Xanana juga memperingatkan dampak ekonomi dari ketergantungan yang berkepanjangan pada beras impor, dan menyoroti bahwa sebagian besar pendapatan penduduk akhirnya keluar negeri melalui pembelian bahan makanan pokok.
Sementara itu, Menteri Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kehutanan, Marcos da Cruz, menjelaskan bahwa desain sistem irigasi Laivai sudah ada sejak tahun 2015. Kontrak pekerjaan ditandatangani pada 01 Desember 2022, dan ketika pemerintahan saat ini mulai menjabat pada Juli 2023, proyek tersebut baru selesai 11,5%.
“Pada saat itu, praktis tidak ada pekerjaan di lapangan. Pemerintahan ke -IX melanjutkan proyek tersebut berkoordinasi dengan Kementerian Perencanaan dan Investasi Strategis, dengan ADN (Badan Pembangunan Nasional), dengan Sekretariadu Grande Projectos (Sekretariat Proyek Besar, dengan kontraktor joint venture antara China, Timor-Leste dan Indonesia. Berkat kerja sama dengan pemerintah kotamadya dan daerah serta penduduk Laivai, pekerjaan tersebut diselesaikan tanpa hambatan,” jelas Menteri Marcos da Cruz.
Proyek ini mencakup bendungan sepanjang 80 meter, dua saluran pengambilan air, kanal utama sepanjang lebih dari 4,3 kilometer, dinding penahan sepanjang 528 meter. Selain itu, didirikan juga dua rumah tempat tinggal untuk personel Kementerian Pertanian yang bertanggung jawab mengoperasikan sistem tersebut, serta jalan akses beraspal menuju pusat irigasi.
Kementerian Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kehutanan juga bekerja sama dengan pemerintah daerah dan Direktorat Pertanian Kota, juga membentuk asosiasi petani guna memastikan pengelolaan dan penggunaan air yang berkelanjutan dari sistem irigasi tersebut.
Sebagai bagian dari peluncuran proyek, MAPPF juga memberikan traktor dan peralatan pertanian, termasuk mesin penanam dan pemanen padi, dengan tujuan meningkatkan efisiensi kerja pertanian.
Anggaran untuk proyek tersebut berjumlah $9.361.964,36, yang menjadi tanggung jawab kontraktor China dengan nama CICO, dan konstraktot Jenetbi Gumer.Lda JV dan PT Wahana ADYA Indonesia.
Ketua Otoritas Lautém, Mélio de Jesus, yang hadir di acara tersebut, mengatakan bahwa ia senang dengan selesainya proyek tersebut, dan hari ini diresmikan.
Mélio de Jesus mengimbau para veteran, kaum muda, dan masyarakat umum untuk mendukung Pemerintah Konstitusional IX dalam memberikan keamanan bagi peralatan di tempat ini, agar dapat bermanfaat dalam jangka waktu yang lama.
TATOLI




