DILI, 01 Januari 2026 (TATOLI) – Gereja Katolik kembali merayakan Misa Agung Santa Maria Bunda Allah yang dirangkaikan dengan Hari Perdamaian Dunia ke-58. Perayaan ini menjadi momentum bagi umat Katolik untuk mengawali tahun baru dengan doa dan komitmen membangun perdamaian.
Dalam homilinya di misa yang digelar pada Kamis (1/1) di Gereja Katedral Dili, Uskup Agung Keuskupan Agung Metropolitan Dili, Don Virgílio Kardinal do Carmo da Silva, SDB, menegaskan bahwa perayaan Santa Maria Bunda Allah mengajak umat untuk memandang Yesus sebagai sumber berkat dan keselamatan bagi seluruh umat manusia.
“Hari ini kita merayakan pesta Bunda Allah yang menunjukkan kepada kita Putra-Nya. Pada hari pertama tahun baru ini, Gereja juga memperingati Hari Perdamaian Dunia, hari untuk berdoa bagi perdamaian dan menyadari betapa pentingnya perdamaian bagi kehidupan kita,” ujar Kardinal Virgílio.
Ia mengajak umat untuk sepenuhnya mempercayakan hidup kepada Tuhan melalui Bunda Maria, seraya menegaskan bahwa Yesus hadir bukan dengan paksaan atau kekuasaan, melainkan dengan kasih yang membebaskan.
“Sering kali manusia menjadi budak hal-hal duniawi dan perbuatan jahat. Di awal tahun baru ini, baiklah kita menaruh kepercayaan kepada Tuhan dan meminta Yesus untuk menyelamatkan kita dengan kasih-Nya,” katanya.
Menurut Kardinal Virgílio, Yesus senantiasa membuka pintu persaudaraan bagi semua orang yang memiliki hati untuk merasakan penderitaan sesama, mata untuk melihat, dan telinga untuk mendengar jeritan orang lain.
“Kita semua berharap memasuki tahun baru ini dengan kehidupan yang baru, tanpa kembali pada masa lalu. Marilah kita menuruni tangga kesombongan kita dan memohon berkat Santa Maria agar ia menunjukkan kepada kita Yesus, Juruselamat dan bintang kehidupan kita,” tuturnya.
Ia juga menyoroti pesan Paus dalam rangka Hari Perdamaian Dunia yang setiap tahun disampaikan kepada seluruh umat di dunia. Kardinal Virgílio mengutip pesan Paus yang mengajak setiap orang untuk memulai perdamaian dari dalam diri sendiri sebelum membagikannya kepada orang lain.
“Jika Anda ingin menarik orang lain kepada perdamaian, Anda harus terlebih dahulu teguh dalam perdamaian dalam hidup Anda. Paus juga meminta agar setiap komunitas menjadi rumah perdamaian, tempat dialog dan rekonsiliasi,” jelasnya.
Sementara itu, Pastor Paroki Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda Katedral Dili, Pastor Paulus Maya, dalam wawancara mengajak umat untuk menjadi penggerak utama perdamaian di tahun baru.
“Saya mengambil kesempatan ini untuk mengucapkan selamat tahun baru dan mengajak semua orang menjadi pembawa dan penggerak perdamaian,” katanya.
Ia mengakui bahwa situasi dunia saat ini, termasuk di lingkungan sekitar, masih diwarnai oleh ketidakdamaian. Menurutnya, pada masa Natal dan Tahun Baru, beberapa lingkungan di wilayah paroki katedral mengalami gangguan keamanan akibat perkelahian dan masalah sosial.
“Tidak semua, tetapi di beberapa tempat orang merasa tidak aman. Namun, kita harus melawan situasi ini dengan membawa perdamaian dari rumah ke masyarakat, karena perdamaian adalah pusat kehidupan,” tegas Pastor Paulus.
Perayaan Misa Agung Santa Maria Bunda Allah dan Hari Perdamaian Dunia ini diharapkan menjadi titik awal bagi umat Katolik untuk memperbarui harapan, memperkuat iman, dan membangun budaya damai dalam keluarga, masyarakat, dan bangsa.
Reporter: Cidalia Fátima
Editor: Armandina Moniz




