iklan

KESEHATAN, HEADLINE

Perkuat sistem kesehatan, Kemenkes – Menzias resmikan Laboratorium Toksikologi

Perkuat sistem kesehatan, Kemenkes – Menzias resmikan Laboratorium Toksikologi

Laboratorium Toksikologi di Laboratorium Kesehatan Nasional yang telah diresmikan. Foto Tatoli/ Mirandolina Barros Soares

DILI, 12 Desember 2025 (TATOLI)—Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Menzies meresmikan Laboratorium Toksikologi. Dimana, laboratorium tersebut akan digunakan untuk mendeteksi atau menganalisis kualitas air, makanan, dan obat-obatan, guna memperkuat sistem kesehatan nasional melalui layanan laboratorium yang aman dan nyaman.

“Tim yang telah berupaya keras sehingga kita dapat bersama-sama meresmikan unit toksikologi di Laboratorium Kesehatan Nasional. Ini adalah sebuah unit yang merupakan strategi penting untuk melindungi masyarakat kita dari risiko zat beracun dalam air, makanan, obat-obatan, dan lingkungan,” kata Wakil Menteri Kesehatan Bidang Penguatan Institusional, Jose Magno, dalam sambutannya pada acara peresmian yang dilakukan di  Bidau, Kamis ini.

Dijelaskan seperti yang diketahui, layanan laboratorium toksikologi di Timor-Leste memiliki sejarah yang panjang. Setelah tahun 2002, layanan ini dimulai sebagai bagian dari laboratorium pusat, yang akhirnya berganti nama menjadi Laboratorium Kesehatan Nasional Timor-Leste sesuai dengan Keputusan-Undang-Undang No. 39/2008, dan sekarang sebagian besar terintegrasi ke dalam Direktorat Jenderal Laboratorium Kesehatan INSP-TL sesuai dengan Keputusan-Undang-Undang No. 2020/2008. Ide utamanya jelas.

“Hari ini, peresmian unit toksikologi ini menunjukkan bahwa visi yang dimulai pada tahun 2002 tidak berhenti, tetapi semakin berkembang, menguat, dan sekarang memiliki ruang baru untuk menjadi lebih baik dalam hal air, makanan, minuman, obat-obatan, narkoba, dan lingkungan untuk seluruh negeri,” katanya.

Dikatakan bahwa,  unit Toksikologi adalah bagian paling sensitif dari sistem kesehatan, ketika orang sakit karena keracunan, karena dosis obat yang salah, air atau makanan yang terkontaminasi, laboratorium ini membantu untuk mengetahui tembakau dan zat apa yang membahayakan pada tubuh manusia,” jelasnya.

Ia  juga berharap laboratorium ini  dapat melakukan pengujian pada makanan dan minuman secara terperinci, termasuk kultur mikrobiologi untuk mendeteksi bakteri dan kontaminasi lainnya, memperkuat pengujian logam berat dengan mesin canggih untuk memastikan air dan makanan yang dikonsumsi masyarakat tidak mengandung logam yang melebihi batasnya.

“Laboratorium Toksikologi bukan hanya layanan teknis di ruang pendingin, tetapi memiliki dampak langsung pada kehidupan masyarakat. Ketika kita berbicara tentang keamanan pangan, unit ini membantu mengetahui apakah makanan dan minuman kaya akan racun atau tidak. Laboratorium ini dapat memastikan tingkat keamanannya. Ketika ada kasus keracunan obat atau bahan kimia yang sulit, toksikologi membantu dokter untuk menentukan pengobatan yang tepat,” paparnya.

Wakil Menteri juga  mengucapkan terimakasih kepada mitra nasional dan internasional yang mendukung pelatihan, peralatan, dan dukungan teknis, kepada para teknisi.

Di tempat yang sama, Country Manager di Menzies Timor-Leste, Antonio Gonçalves mengutarakan Menzies bekerja sama dengan Pemerintah Timor-Leste untuk meresmikan laboratorium toksikologi ini agar dapat menguji makanan dan lingkungan.

“Laboratorium ini akan menguji makanan untuk memastikan kesehatan penduduk, oleh karena itu tim Menzies mendukung untuk memfasilitasi layanan para profesional kesehatan dengan lebih baik,” ucap Antonio.

Dilain pihak, Ketua INSPTL (Institut Kesehatan Masyarakat Nasional Timor-Leste), Merita Monteiro mengatakan, peresmian gedung Laboratorium ini merupakan warisan nasional yang akan memperkuat sistem kesehatan masyarakat, sistem regulasi, dan peran Timor-Leste di kawasan ini.

“Laboratorium ini akan mendeteksi risiko sejak dini dalam toksikologi, obat-obatan, makanan, air, dan sampel lingkungan. Meningkatkan respons terhadap wabah dan kebijakan berbasis bukti. Memperluas pengawasan resistensi antimikroba dari sampel klinis, makanan, air, dan lingkungan,” katanya.

Untuk diketahui bahwa, Laboratorium Toksikologi adalah fasilitas ilmiah yang menganalisis dampak berbahaya zat kimia atau fisik pada makhluk hidup (manusia, hewan, lingkungan) dengan mendeteksi, mengidentifikasi, dan mengukur racun atau obat dalam sampel biologis (darah, urin, jaringan) untuk keperluan medis, forensik, atau evaluasi keamanan produk/lingkungan.

Tujuannya adalah memahami risiko, mendiagnosis keracunan, memantau obat terapeutik, serta mendukung penegakan hukum dan keselamatan kerja/konsumen.

Reporter : Mirandolina Barros Soares

Editor    : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!