DILI, 11 Desember 2025 (TATOLI)— Institut Geosains Timor-Leste (IGTL), bekerja sama dengan Universitas Western Australia, mengumumkan penemuan dua fosil baru yang sebelumnya tidak pernah tercatat dalam literatur ilmiah.
Penemuan tersebut berasal dari studi geologi yang dilakukan di Pualaca, kotamadya Manatuto, pada 2022 dan 2023.
Ketua IGTL, Job Brites dos Santos, menjelaskan bahwa penelitian dimulai dengan pengambilan sampel batuan untuk mengetahui usia geologisnya. Namun, proses tersebut justru membuka jalan bagi penemuan dua fosil unik.
“Secara kebetulan, kami menemukan dua fosil baru yang belum pernah ada sebelumnya. Karena namanya belum ada, kami memberikan penghormatan kepada Perdana Menteri (Xanana Gusmão) dan Presiden Republik Timor-Leste (Jose Ramos-Horta), karena kedua fosil ini termasuk dalam genus baru,” ungkap Job Brites dos Santos dalam wawancara eksklusif dengan TATOLI.

Genus baru tersebut diberi nama Pualacana, terinspirasi dari lokasi Pualaca, Manatuto. Kedua spesiesnya kemudian dinamai Pualacana Hortai dan Pualacana Xananai untuk menghormati Presiden Republik, José Ramos-Horta dan Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmão.
“Kami menghargai kedua pemimpin dari Manatuto ini atas kontribusi dan dedikasi mereka kepada negara,” tambah Job Brites.
Penemuan itu didokumentasikan dalam artikel ilmiah berjudul “Variostomatid (Foraminifera) Trias Atas (Norian–Rhaetian), Timor-Leste: Sistematika, Paleo Lingkungan, dan Implikasi Biostratigrafi.” Artikel tersebut ditulis oleh Isaias Santos Barros dari IGTL, bersama David W. Haig dan Eujay Mccartain dari Universitas Western Australia.
Artikel ini mengonfirmasi keberadaan genus Pualacana dan dua spesies barunya, yang kini resmi diakui dalam literatur ilmiah dunia. Fosil tersebut ditemukan dalam fasies batulumpur Formasi Aitutu dan Wailuli, dan berasal dari periode Trias Atas, dengan perkiraan usia 215 hingga 205 juta tahun lalu.
Berita terkait : IGTL ingin lokasi temuan fosil Ichthyosaurus di Cailaco jadi situs Geoheritage
Job Brites menegaskan bahwa artikel ilmiah tersebut diterbitkan dalam jurnal internasional pada 2025, memastikan nama dan klasifikasinya tercatat secara permanen.
“Penemuan ini merupakan tonggak ilmiah penting yang menegaskan posisi Timor-Leste dalam penelitian paleontologi global,” tegasnya.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




