iklan

INTERNASIONAL

Timor-Leste dukung dana perkuat respon bencana negara anggota ASEAN di tengah krisis cuaca

Timor-Leste dukung dana perkuat respon bencana negara anggota ASEAN di tengah krisis cuaca

Foto google

DILI, 10 Desember 2025 (TATOLI) – Pemerintah Timor-Leste menyetujui kontribusi keuangan sebesar US$500.000 kepada Pusat Koordinasi ASEAN untuk Bantuan Kemanusiaan dalam Manajemen Bencana (AHA Centre), sebagai langkah memperkuat operasi tanggap kemanusiaan regional dan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam yang melanda beberapa Negara Anggota ASEAN baru-baru ini.

Keputusan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama, Bendito dos Santos Freitas, dalam rancangan resolusi pemerintah yang telah disetujui.

“Kontribusi keuangan sebesar US$500.000 kepada Pusat Koordinasi ASEAN untuk Bantuan Kemanusiaan dalam Manajemen Bencana (AHA Centre), yang dimaksudkan untuk mendukung operasi tanggap kemanusiaan regional terhadap bencana alam baru-baru ini yang telah memengaruhi beberapa Negara Anggota ASEAN, serta untuk memperkuat kesiapsiagaan dan kerja sama dalam manajemen bencana di kawasan tersebut,” ungkap hasil laporan Rapat Dewan Menteri yang diakses TATOLI, Rabu ini.

Musim hujan tahun ini diperburuk oleh kondisi iklim ekstrem, termasuk interaksi monsun kuat, curah hujan tinggi, dan siklon tropis, yang menyebabkan curah hujan “terberat dalam beberapa dekade” di banyak wilayah Asia Tenggara. Kondisi ini meningkatkan risiko banjir, longsor, dan badai di kawasan.

Dikutip dari Reuters, Pulau Sumatra menjadi salah satu wilayah terdampak terparah, terutama di provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, akibat banjir bandang, longsor, dan luapan sungai yang dipicu oleh Cyclone Senyar.

Hingga awal Desember 2025, korban tewas dilaporkan sekitar 836–950 orang, ribuan orang terluka, ratusan hilang, dan lebih dari 1 juta orang terpaksa mengungsi sementara. Infrastruktur kritis, termasuk rumah, jalan, jembatan, serta jaringan komunikasi dan listrik, rusak parah sehingga distribusi bantuan menjadi sulit. Dampak lingkungan juga signifikan, dengan rusaknya habitat satwa endemik di Sumatra Utara.

Di Thailand, wilayah selatan terutama provinsi Hat Yai dan Songkhla menghadapi banjir dahsyat akibat hujan ekstrem dan badai tropis. Beberapa hari hujan tercatat sebagai yang tertinggi dalam 300 tahun, dengan korban tewas meningkat signifikan menjadi lebih dari 267 orang, serta ratusan ribu rumah dan jutaan warga terdampak. Ribuan orang dievakuasi, sementara sektor pariwisata dan ekonomi lokal mengalami kerugian besar.

Malaysia juga terdampak banjir dan hujan lebat di semenanjung, dengan ribuan warga dievakuasi ke pusat pengungsian. Meskipun korban jiwa relatif lebih kecil dibanding Indonesia dan Thailand, kerusakan rumah, sawah, dan infrastruktur lokal tetap signifikan.

Vietnam bagian tengah dan selatan menghadapi banjir besar sejak akhir Oktober 2025 hingga November, dengan korban tewas sekitar 90 orang dan 12 hilang. Ribuan rumah terendam, jalur transportasi utama terputus, dan banyak daerah terpencil terisolasi.

Kerugian ekonomi mencakup kerusakan lahan pertanian, infrastruktur, dan dampak luas terhadap perekonomian lokal dan nasional.

Filipina juga terkena dampak badai tropis dan topan pada periode akhir 2025, meskipun kerusakannya tidak sebesar negara-negara lain. Bencana ini meningkatkan kekhawatiran terhadap populasi rentan, khususnya anak-anak, yang berada di garis depan risiko bencana.

Laporan internasional menekankan bahwa kombinasi monsun lebat dan siklon tropis memperparah intensitas hujan dan badai. Kerentanan lingkungan, termasuk deforestasi, degradasi lahan, dan infrastruktur yang kurang memadai, memperburuk dampak, terutama di Indonesia.

Sistem tanggap darurat dan evakuasi terkadang kewalahan, dengan banyak daerah terpencil terisolasi sehingga distribusi bantuan, layanan kesehatan, dan air bersih terganggu.

Sebelumnya, pada 2 April 2025, Pemerintah Timor-Leste juga menyetujui kontribusi sebesar US$500.000 kepada AHA Centre sebagai respons terhadap gempa berkekuatan 7,7 skala Richter yang mengguncang Myanmar pada 28 Maret 2025, menunjukkan konsistensi Timor-Leste dalam mendukung kerja sama kemanusiaan regional. 

Reporter : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!