iklan

INTERNASIONAL, HEADLINE

Timor-Leste dan Indonesia tetapkan April 2026 sebagai agenda lanjutan negosiasi maritim

Timor-Leste dan Indonesia tetapkan April 2026 sebagai agenda lanjutan negosiasi maritim

Negosiasi formal mengenai Perbatasan Maritim putaran tahap ke-II yang digelar di Yogyakarta- Indonesia. Foto GPM

DILI, 10 Desember 2025 (TATOLI)— Pemerintah Timor-Leste dan Republik Indonesia sepakat untuk melanjutkan putaran tahap ke – III  negosiasi formal mengenai Perbatasan Maritim pada April 2026. Kesepakatan tersebut dicapai setelah kedua delegasi menutup putaran tahap ke-II negosiasi di Yogyakarta- Indonesia dengan hasil yang dinilai memuaskan.

Perdana Menteri (PM), Kay Rala Xanana Gusmão menyampaikan bahwa proses negosiasi kali ini menunjukkan kesiapan kedua pihak untuk terus  bergerak maju dalam menyelesaikan perbatasan maritim yang telah lama menjadi agenda bersama.

“Saya tidak bisa banyak bicara karena secara formal kita baru saja memulainya di Yogyakarta. Oleh karena itu, saya berharap negosiasi selanjutnya pada bulan April tahun depan akan dapat memberikan kabar lebih lanjut. Saya tidak bisa mengatakan saya sangat senang, tetapi puas karena kita melihat bahwa kita dapat saling berbicara, dapat saling menerima ide, dalam negosiasi yang sulit mengenai perbatasan maritim,” kata PM Xanana dalam siaran pers yang diakses TATOLI.

Berita terkait : Negosiasi awal di Dili hasilkan kesepakatan lanjutkan pembahasan batas maritim TL – RI  

Putaran tahap I  negosiasi berlangsung pada Agustus 2025 di Dili, kemudian dilanjutkan dengan putaran kedua di Yogyakarta. Selama dua setengah hari diskusi, kedua belah pihak menunjukkan keterbukaan dan komitmen untuk mencapai solusi yang saling menguntungkan.

“Selama dua setengah hari ini, diskusi berjalan dengan baik, dengan keterbukaan dari pihak Indonesia yang dipimpin oleh Duta Besar Amrih. Kami merasa ada keterbukaan, ada kerja sama, dan memang ada kemauan dari Pemerintah Indonesia untuk menyelesaikan perbatasan maritim kita,” tegas PM Xanana.

Putaran tahap ke-II negosiasi formal yang berlangsung selama tiga hari (08–10 September 2025) ditutup dengan penandatanganan notulen oleh Kepala Delegasi kedua negara. Dari pihak Timor-Leste, dokumen ditandatangani oleh Direktur Eksekutif Kantor Perbatasan Darat dan Maritim (FTM), Elizabeth Exposto. Sementara itu, Indonesia diwakili oleh Direktur Jenderal Urusan Hukum dan Perjanjian Internasional Kementerian Luar Negeri, Duta Besar L. Amrih Jinangkung.

Prosesi penandatanganan berlangsung di Hotel Phoenix, Yogyakarta, pada Rabu (10/12/2025). Pada akhir upacara, delegasi Timor-Leste menyerahkan tais, kopi, dan buku sebagai cendera mata kepada delegasi Indonesia sebelum melakukan sesi foto bersama. 

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!