iklan

POLITIK

Lagi, Timor-Leste dan Indonesia kembali bahas batas maritim antar dua negara di Yogyakarta

Lagi, Timor-Leste dan Indonesia kembali bahas batas maritim antar dua negara di Yogyakarta

Pemerintah Timor-Leste (TL) dan Indonesia memulai perundingan perbatasan maritim tahap kedua di Hotel The Phoenix, Yogyakarta, Indonesia, Senin (08/12). Foto GPM

DILI, 09 Desember 2025 (TATOLI)—Pemerintah Timor-Leste (TL) dan Indonesia kembali memulai negosiasi tahap kedua mengenai Perbatasan Maritim (MF) di The Phoenix Hotel, Yogyakarta, Senin (08/12/2025). Pembahasan negosiasi ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, dari 08 hingga 10 Desember 2025.

Dalam siaran pers resmi yang diakses Tatoli, dijelaskan  Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, telah tiba di Yogyakarta untuk berpartisipasi dalam pembahasan perbatasan maritim bersama tim Indonesia.

Sebelum memulai pembahasan pada Senin (08/12), pada hari sebelumnya PM Xanana saa tiba di Hotel Tentrem diterima oleh Manajer Hotel  yaitu Roso Hantoro Puri, Robertus Simanulang, Anggitasya, dan Safira, bersama  Duta Besar Timor-Leste untuk Indonesia, Roberto Soares, serta Direktur Urusan Hukum dan Perjanjian Teritorial Kementerian Luar Negeri Indonesia, Andy Aron.

“Negosiasi ini diharapkan membahas isu-isu teknis dan hukum, sekaligus memperkuat kerja sama bilateral antara kedua negara,” ungkap siaran pers resmi Pemerintah yang diakses TATOLI, Selasa ini.

Berita terkait : Negosiasi awal di Dili hasilkan kesepakatan lanjutkan pembahasan batas maritim TL – RI  

Sebelumnya, PM Xanana mengumumkan bahwa pertemuan formal pertama mengenai batas maritim TL–Indonesia akan digelar awal Desember di Jakarta. Dimana, Indonesia semula mengusulkan tanggal 1–3 Desember, namun akhirnya disepakati tanggal 08–10 Desember 2025. PM Xanana menekankan bahwa pembahasan ini berbeda dengan negosiasi sebelumnya dengan Australia, karena banyak pulau kecil yang harus menjadi patokan awal dan akhir perbatasan.

Pemerintah Timor-Leste (TL) dan Indonesia memulai perundingan perbatasan maritim tahap kedua di Hotel The Phoenix, Yogyakarta, Indonesia, Senin (08/12). Foto GPM

Untuk menghadapi negosiasi ini, PM Xanana bersama penasihat senior dan tim hukum mengadakan pertemuan strategis di London pada 19–20 September 2025, termasuk berkonsultasi dengan pakar hukum internasional asal Inggris, Michael Charles Wood, serta mendapat dukungan firma hukum internasional DLA Piper.

PM Xanana optimistis pengalaman Timor-Leste dalam menyelesaikan kasus perbatasan dengan Australia akan menjadi modal penting dalam negosiasi dengan Indonesia.

Negosiasi awal atau pembahasan tahap pertama telah dilakukan di Dili pada 19–20 Agustus 2025 dan dalam pertemuan saat itu menghasilkan kesepakatan untuk melanjutkan pembahasan batas maritim secara bertahap, damai, dan sesuai hukum internasional.

Kepala Delegasi Timor-Leste, Elizabeth Exposto, menegaskan bahwa pertemuan tersebut menandai langkah awal penting dan membuka jalan bagi pembahasan lanjutan, dengan tetap berpegang pada prinsip UNCLOS.

Negosiasi ini merupakan tindak lanjut dari berbagai dialog informal dan teknis sebelumnya, dengan tujuan utama menyelesaikan penetapan batas laut secara damai dan sah, sambil membangun kerja sama dan persahabatan antarnegara.

Berita terkait : Pertemuan pertama perbatasan maritim TL – Indonesia digelar awal Desember  

Untuk diketahui bahwa Timor-Leste saat ini berbagi batas maritim dengan dua negara tetangga, yaitu Australia dan Indonesia. Pada Maret 2018, Timor-Leste dan Australia telah menandatangani perjanjian maritim di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York, setelah melalui proses Konsiliasi Wajib di bawah UNCLOS.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!